Produksi telur itik/itik manila di DKI Jakarta tumbuh 1,59%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 130,9 ton data per 2025. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada 2018 dengan angka produksi telur itik/itik manila mencapai 169.79 ton. Adapun dalam enam tahun terakhir, produksi telur itik/itik manila tercatat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 21,47%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Rokan Hilir Rp.158,4 Juta Data per 2025)
Menurut publikasi Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, data per 2025, produksi telur itik/itik manila jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 14,3 ribu ton. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 80,64% dari total seluruh provinsi.
DI Yogyakarta berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat jumlah produksi telur itik/itik manila sebanyak 2.805,23 ton. Perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 2,39% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2025)
Berikutnya adalah Sulawesi Tenggara yang mencatatkan produksi telur itik/itik manila 2.239,97 ton lebih tinggi periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, produksi telur itik/itik manila di provinsi ini naik 4,92% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, produksi telur itik/itik manila di Riau naik 2,9% menjadi 1.601,69 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi telur itik/itik manila di Kalimantan Tengah turun 3,83% menjadi 1.467,13 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Sulawesi Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1441.8 ton (naik 5,64%)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan produksi telur itik/itik manila jumlah tertinggi:
- DI Yogyakarta 2.805,23 ton
- Sulawesi Tenggara 2.239,97 ton
- Riau 1.601,69 ton
- Kalimantan Tengah 1.467,13 ton
- Sulawesi Tengah 1441.8 ton
- Bali 1.150,14 ton
- Kalimantan Timur 1.057,87 ton
- Sulawesi Utara 897.96 ton
- Nusa Tenggara Timur 840.61 ton
- Sulawesi Barat 799.28 ton