Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan jumlah pekerja di sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang di perkotaan dan perdesaan di Sulawesi Tenggara berada di bawah rata-rata nasional.
Publikasi data statistik 2024, Sulawesi Tenggara mencatatkan angka sebanyak 1.902 pekerja atau berada di urutan 19 dibandingkan 28 provinsi lainnya. Angka ini berkurang dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 2.443 pekerja
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Melawi Menurut Sektor pada 2024)
Jawa Barat berada di urutan pertama dengan jumlah pekerja di sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang di perkotaan dan perdesaan mencapai 145,27 ribu pekerja. Angka ini mencapai 13 kali dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Berikutnya ada Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali. Sementara DKI Jakarta menempati posisi terbawah dengan jumlah pekerja di sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang di perkotaan dan perdesaan sebanyak 569 pekerja.
Berikut ini sepuluh provinsi dengan jumlah pekerja di sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang di perkotaan dan perdesaan dari yang terbesar update data per 2024 yakni :
- Jawa Barat 145,27 ribu pekerja
- Jawa Timur 47.473 pekerja
- Jawa Tengah 31.106 pekerja
- Bali 8.898 pekerja
- Riau 8.434 pekerja
- Banten 7.201 pekerja
- DI Yogyakarta 6.826 pekerja
- Nusa Tenggara Barat 6.117 pekerja
- Sumatera Utara 6.040 pekerja
- Kalimantan Selatan 5.905 pekerja
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Sigi Menurut Sektor pada 2024)
Secara umum, rata-rata jumlah pekerja di sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang di perkotaan dan perdesaan di Indonesia adalah 11,13 ribu pekerja pada 2024.