Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Januari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 12,07 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 11 minuman, provinsi ini pada Januari 2026 mencatatkan volume yang turun menjadi 570,45 ribu ton.
Turunnya nilai ekspor ini berkontribusi terhadap penurunan cadangan devisa dan nilai ekspor total yang sebelumnya dalam tren naik lima bulan terakhir naik dibandingkan dengan posisi yang sama dua tahun lalu yang tercatat 1,91 juta ton. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), pada periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor dari provinsi ini tercatat 1,91 juta ton.
(Baca: Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Nusa Tenggara Timur dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam .
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Bima Periode 2004 - 2024)
Data historis 28 bulan terakhir, ekspor dari Nusa Tenggara Timur dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Juli 2024 sebesar 12,74 juta ton dan terendahnya terjadi pada September 2025 dengan volume ekspor 378,1 ribu ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Nusa Tenggara Timur menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Januari 2026:
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 2,89 juta ton
- SITC kode lain lain 990,37 ribu ton
- SITC kode 27 pupuk dan mineral alam lainnya 816,13 ribu ton
- SITC kode 11 minuman 570,45 ribu ton
- SITC kode 05 buah-buahan dan sayur-sayuran 381,18 ribu ton
- SITC kode 55 minyak atsiri dan bahan wangi-wangian 171,43 ribu ton
- SITC kode 04 gandum dan olahan gandum 158,3 ribu ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 117,42 ribu ton
- SITC kode 78 kendaraan bermotor untuk jalan raya 115,79 ribu ton
- SITC kode 89 hasil industri lainnya 100,9 ribu ton