Neraca perdagangan Indonesia dengan Austria mengalami defisit US$ 0,25 miliar pada 2020. Defisitnya neraca perdagangan ini semakin jatuh -11,72% dibandingkan neraca tahun sebelumnya yang tercatat US$ -0,23 miliar.
Makin anjloknya neraca perdagangan Indonesia ke negara ini terjadi karena nilai ekspor Indonesia ke Austria hanya sebesar US$ 37,23 juta sedangkan nilai impornya mencapai US$ 289,08 juta.
Adapun untuk tiga produk utama yang paling banyak diimpor dari negara ini yaitu Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler;bagiannya (HS 84), Mesin dan peralatan listrik dan bagian -bagiannya;Perekam dan reproduksi suara, televisi.. (HS 85) dan Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah.. (HS 90).
Sedangkan untuk ekspor Indonesia ke Austria, dalam satu tahun terakhir dalam tren naik. Tahun sebelumnya nilai ekspor Indonesia sebesar US$ 29,73 juta.
Berdasarkan jenis produk, terdapat 10 produk utama andalan ekspor indonesia ke Austria yang terbukti mampu mencatatkan surplus selama 2020. Total nilai ekspor produk utama ini mencapai US$ 15,85 juta.
Daftar 10 produk utama ekspor Indonesia ke Austria
- (HS 62) : Artikel -artikel aksesoris pakaian dan pakaian, tidak dirajut atau dirajut
- (HS 64) : Alas kaki, pelindung kaki dan sejenisnya;bagian dari artikel seperti itu
- (HS 61) : Artikel -artikel aksesoris pakaian dan pakaian, rajutan atau rajutan
- (HS 96) : Artikel yang diproduksi lain -lain
- (HS 21) : Persiapan yang dapat dimakan lain -lain
- (HS 08) : Buah dan kacang -kacangan yang dapat dimakan;kulit buah atau melon jeruk
- (HS 95) : Mainan, permainan, dan persyaratan olahraga;bagian dan aksesorisnya
- (HS 58) : Kain Anyaman Khusus;kain tekstil berumbai;renda;permadani;hiasan;sulaman
- (HS 03) : Ikan dan krustasea, moluska dan invertebrata air lainnya
- (HS 99) : Komoditas yang tidak ditentukan di tempat lain
Secara global neraca perdagangan untuk seluruh produk barang, kali ini lebih baik karena terjadi peningkatan pada beberapa produk jenis barang. Nilai total neraca perdagangan Indonesia tercatat US$ 21,68 miliar atau naik 703,56%. Dengan kata lain, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan. Tahun sebelumnya neraca perdagangan Indonesia dengan seluruh negara di dunia tercatat US$ -3,59 miliar.