Association of Southeast Asian Nations alias ASEAN, dipersepsikan sebagai pihak yang paling dipercaya responden untuk memperjuangkan agenda perdagangan bebas global pada 2026.
Hal tersebut termuat dalam The State of Southeast Asia 2026 Survey Report yang dirilis ISEAS-Yusof Ishak Institute pada April tahun ini.
“Indonesia (41,5%), Timor-Leste (38,8%), dan Vietnam (37,5%) memiliki keyakinan paling kuat mengenai hal ini,” jelas ISEAS-Yusof Ishak Institute dalam laporannya.
Sementara, kepercayaan responden kepada China untuk memperjuangkan agenda perdagangan bebas global sebesar 21,3%, lebih tinggi dibanding Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS).
ISEAS-Yusof Ishak Institute menjelaskan, melemahnya kepercayaan kepada AS, dari 19% pada 2025 menjadi 14,8% pada tahun ini, dipicu keputusan pengenaan tarif yang fluktuatif oleh AS selama setahun terakhir.
“Melemahnya kepercayaan terhadap AS sebagai pejuang perdagangan bebas global bukanlah hal yang mengejutkan,” kata periset.
Berikut persentase negara/organisasi regional yang paling dipercaya responden untuk memperjuangkan agenda perdagangan bebas global pada 2026:
- ASEAN: 25,5%
- China: 21,3%
- Uni Eropa: 19,2%
- AS: 14,8%
- Jepang: 10,4%
- Australia: 2,4%
- India: 2,3%
- Inggris Raya: 1,5%
- Selandia Baru: 1,4%
- Korea Selatan: 1,3%
ISEAS-Yusof Ishak Institute melakukan survei ini secara daring pada 5 Januari-20 Februari 2026 dengan metode mixed purposive sampling.
Respondennya berjumlah 2.008 orang yang tersebar di 11 negara Asia Tenggara, dengan kriteria usia minimal 18 tahun.
Responden berasal dari lima kategori afiliasi: (a) akademisi, anggota lembaga think tank, atau peneliti; (b) perwakilan sektor swasta; (c) perwakilan masyarakat sipil, LSM, atau media; (d) pejabat pemerintah; dan (e) staf organisasi regional atau internasional.
(Baca: China Dinilai Punya Kekuatan Ekonomi Paling Berpengaruh di Asia Tenggara)