Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Bogor, pada 2025 tercatat Rp65,79 triliun. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,45% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp61,05 triliun.
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kota Salatiga pada 2025)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 1,14 juta jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp60.701 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 211.
Dari 16 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor. Pada 2025 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp12,39 jutajuta. Nominal ini tumbuh 5,16%.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kota Bogor ini adalah sektor industri pengolahan tumbuh 2,15% menjadi Rp11,7 jutajuta, kemudian PDRB sektor transportasi dan pergudangan yang kali ini diurutan ketiga tumbuh 12,26% menjadi Rp9,76 jutajuta.
Terakhir, PDRB di Kota Bogor, untuk urutan lima besar adalah jasa keuangan dan asuransi dengan nilai Rp4,21 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh -1,24% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp4,12 jutajuta.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Jayapura pada 2025)
Distribusi PDRB di Kota Bogor pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Bogor ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 18,41%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor transportasi dan pergudangan, sektor konstruksi, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Real Estate,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.