Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Salatiga, pada 2025 mencapai Rp19,38 triliun. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,98% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp18,08 triliun.
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2022 pasca covid tercatat mencapai 5,53%.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA6 Kota Depok 2025)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 198,37 ribu jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp95.230 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 97.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor industri pengolahan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor industri pengolahan. Pada 2025 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp6,41 jutajuta. PDRB ini tumbuh 5,71%.
Selanjutnya di posisi kedua adalah sektor konstruksi tumbuh 5,53% menjadi Rp2,62 jutajuta, PDRB sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang kali ini diurutan ketiga tumbuh 4,33% menjadi Rp2,43 jutajuta.
Terakhir, PDRB di Kota Salatiga, untuk urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan nilai Rp949,66 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 7% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp871,02 ribujuta.
(Baca: Tingkat Pengangguran Terbuka Periode 2016-2023)
Distribusi PDRB di Kota Salatiga pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Salatiga ini adalah sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 29,19%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pertambangan dan Penggalian.