Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bima tahun 2024 mencapai 161234 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 165963 rupiah. Sepanjang tujuh tahun data yang dicatat, terlihat pergerakan nilai pengeluaran ini mengalami kenaikan dan penurunan secara bergantian setiap satu sampai dua tahun sekali.
(Baca: Harga Emas Hari Ini Rabu, 13 Mei 2026 Naik Rp20.000,0)
Sepanjang periode 2018 sampai 2024, pengeluaran tertinggi untuk kategori ini terjadi pada tahun 2023. Sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar 15,2 persen dari tahun 2022 ke 2023, sebelum akhirnya turun sedikit pada tahun berikutnya. Anomali tercatat pada tahun 2020, dimana setelah terjadi kenaikan 26,3 persen di tahun 2019, pengeluaran justru turun sebesar 5,4 persen pada tahun tersebut.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menempati urutan ke 10 dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Di tingkat pulau Nusa Tenggara dan Bali, wilayah ini berada di peringkat 18, sedangkan secara nasional berada di urutan 333 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Untuk seluruh kategori pengeluaran total makanan dan bukan makanan, Kabupaten Bima juga menempati urutan terakhir di provinsi ini dengan nilai 1008014 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Nilai total pengeluaran ini mengalami penurunan sebesar 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu pengeluaran untuk kategori makanan secara keseluruhan di wilayah ini tercatat 597538 rupiah per kapita per bulan.
Kota Mataram
Kota Mataram menempati urutan pertama di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi, dengan nilai 330783 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Meskipun memiliki nilai tertinggi, wilayah ini justru mencatat penurunan sebesar 7,5 persen dibandingkan tahun 2023. Total pengeluaran per kapita per bulan seluruh kategori di kota ini mencapai 1869381 rupiah, tetap menjadi yang tertinggi di provinsi meskipun mengalami penurunan 10,2 persen.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Kapuas 2016-2025)
Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat mencatatkan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 312644 rupiah per kapita per bulan tahun 2024, menempati urutan kedua di provinsi. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan positif untuk kategori ini. Total pengeluaran seluruh kategori di wilayah ini bahkan naik sebesar 6,1 persen dan hampir menyamai nilai Kota Mataram di tahun 2024.
Kota Bima
Kota Bima tercatat memiliki pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 284385 rupiah per kapita per bulan tahun 2024, berada di urutan ketiga se-provinsi. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi untuk kategori ini sebesar 23,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran bukan makanan di kota ini mengalami kenaikan 4,9 persen, dengan total pengeluaran seluruh kategori mencapai 1573935 rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Dompu
Kabupaten Dompu berada di urutan sembilan untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi dengan nilai 176309 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 11,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu dari hanya tiga wilayah di Nusa Tenggara Barat yang mencatatkan pertumbuhan positif untuk kategori ini. Total pengeluaran seluruh kategori di wilayah ini naik sebesar 5,5 persen dan menempati urutan ketujuh di provinsi.