Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Kepulauan Selayar pada tahun 2025 mencapai 40637 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 2,2 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih penambahan sebesar 866 Rupiah per orang setiap bulannya. Dalam kurun waktu 8 tahun pencatatan sejak 2018, nilai pengeluaran ini pernah mencatat pengeluaran tertinggi pada tahun 2023 sebesar 60317 Rupiah, dan terendah pada tahun 2018 sebesar 29520 Rupiah.
(Baca: 8,05% Penduduk di Kabupaten Pekalongan Masuk Kategori Miskin)
Nilai pengeluaran perawatan kulit ini setara dengan 25,4 persen dari rata-rata pengeluaran kecantikan per kapita, 11,7 persen dari pengeluaran sabun mandi, 27,8 persen dari pengeluaran rokok dan tembakau, serta 25,4 persen dari pengeluaran makanan jadi per kapita setiap bulan. Secara total, pengeluaran perawatan kulit hanya menyumbang 2,5 persen dari seluruh pengeluaran barang dan jasa masyarakat kabupaten ini.
Sepanjang periode 2018 sampai 2025, pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun yang signifikan. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebesar 49,3 persen dari tahun sebelumnya, sementara penurunan terdalam terjadi pada tahun 2024 sebesar 34,1 persen. Terdapat anomali pada tahun 2023 dimana nilai pengeluaran melonjak hampir dua kali lipat dari rata-rata lima tahun sebelumnya, sebelum kemudian turun kembali mendekati nilai normal pada tahun 2024 dan 2025.
Berdasarkan perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Selayar menempati urutan ke 19 untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2025. Urutan ini berada di atas Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Barru, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Takalar dan Kabupaten Sinjai. Lima wilayah teratas dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi tahun ini secara berturut-turut adalah Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sidenreng Rappang.
Perbandingan Pengeluaran Non Makanan
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran bukan makanan per kapita di Kabupaten Kepulauan Selayar tahun 2025 sebesar 524193 Rupiah per bulan, dengan pertumbuhan minus 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menempatkan kabupaten ini di urutan ke 22 dari 24 kabupaten kota di Sulawesi Selatan untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Hanya Kabupaten Takalar dan Kabupaten Jeneponto yang mencatat nilai pengeluaran bukan makanan lebih rendah dari wilayah ini pada tahun yang sama.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Sleman | 2025)
Perbandingan Pengeluaran Total Masyarakat
Untuk total pengeluaran keseluruhan yaitu gabungan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Kepulauan Selayar mencatat nilai 1158475 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 4,4 persen dibandingkan tahun 2024, dan menempati urutan ke 21 seluruh wilayah di Sulawesi Selatan. Dari seluruh komponen pengeluaran, belanja makanan masih mendominasi 54,7 persen dari seluruh pengeluaran masyarakat di kabupaten kepulauan ini.
Profil Pengeluaran Makanan
Pengeluaran untuk kategori makanan di Kabupaten Kepulauan Selayar tahun 2025 tercatat sebesar 634282 Rupiah per kapita setiap bulan. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 20 dari seluruh kabupaten kota di provinsi Sulawesi Selatan. Dibandingkan dengan wilayah teratas yaitu Kabupaten Bulukumba yang mencatat pengeluaran makanan hampir 931 ribu Rupiah, nilai pengeluaran makanan di Kepulauan Selayar hanya mencapai 68 persen dari nilai tertinggi tersebut.
Pada tahun 2025, sebagian besar kabupaten di Sulawesi Selatan mencatat kenaikan pengeluaran perawatan kulit, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di Kabupaten Luwu Timur yang mencapai 144,6 persen. Sementara itu wilayah yang mencatat penurunan terbesar adalah Kabupaten Takalar dengan penurunan 31 persen. Posisi ranking Kabupaten Kepulauan Selayar tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya, tetap berada di urutan ke 19 untuk kategori pengeluaran perawatan kulit se-provinsi Sulawesi Selatan.