Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Sleman untuk kebutuhan kecantikan pada tahun 2025 mencapai 73088 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 4 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebelumnya mencatatkan angka 76144 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2025, pengeluaran kecantikan di wilayah ini pernah mencatatkan pengeluaran tertinggi pada tahun 2024, sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2018 dengan angka 43496 rupiah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Riau 2025)
Dari total pengeluaran per kapita bulanan masyarakat, biaya kecantikan menyumbang sekitar 2,5 persen dari total pengeluaran keseluruhan. Nilai ini lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar 396117 rupiah, pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar 107209 rupiah, serta pengeluaran untuk sabun mandi sebesar 85694 rupiah per kapita per bulan. Sementara itu, pengeluaran untuk perawatan umum tercatat mencapai 105661 rupiah per orang setiap bulannya.
Sepanjang delapan tahun pengamatan, tercatat fluktuasi nilai pengeluaran kecantikan yang cukup jelas. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan peningkatan sebesar 34,6 persen dari tahun sebelumnya. Sementara penurunan terdalam tercatat pada tahun 2022 dengan angka minus 26,4 persen. Anomali terjadi pada tahun 2022 dimana setelah tiga tahun berturut-turut naik secara konsisten, nilai pengeluaran kecantikan justru turun secara signifikan sebelum kembali naik pada dua tahun berikutnya.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah, Kabupaten Sleman menempati urutan kedua untuk kategori pengeluaran kecantikan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi DI Yogyakarta. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 39 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan menempati urutan 16 secara keseluruhan di Pulau Jawa. Di atas Kabupaten Sleman hanya Kota Yogyakarta yang mencatatkan pengeluaran kecantikan tahun 2025 sebesar 93456 rupiah dengan pertumbuhan 22,7 persen.
Selain Kota Yogyakarta, tiga wilayah lain di DI Yogyakarta berturut-turut mencatatkan nilai pengeluaran kecantikan tahun 2025 sebagai berikut. Kabupaten Bantul mencatatkan 62231 rupiah dengan pertumbuhan 16,1 persen. Kabupaten Gunung Kidul mencatatkan 47355 rupiah dengan pertumbuhan 79,5 persen menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi tahun ini. Sementara Kabupaten Kulonprogo mencatatkan 31529 rupiah dengan penurunan sedikit sebesar 11,9 persen. Urutan peringkat seluruh wilayah di provinsi ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Serang | 2009 - 2025)
Kabupaten Sleman
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Sleman untuk seluruh kebutuhan pada tahun 2025 mencapai 2871906 rupiah. Dari nilai tersebut, pengeluaran bukan makanan mencapai 1829803 rupiah atau sekitar 63,7 persen dari total pengeluaran. Wilayah ini menempati urutan pertama untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita di Provinsi DI Yogyakarta, baik untuk pengeluaran makanan, bukan makanan, maupun total pengeluaran keseluruhan. Pertumbuhan total pengeluaran Kabupaten Sleman tercatat naik sedikit sebesar 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta menempati urutan kedua untuk total pengeluaran per kapita di provinsi ini dengan nilai 2512293 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 7,3 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan paling besar terjadi pada kategori pengeluaran makanan yang turun sebesar 8,5 persen, sementara pengeluaran bukan makanan juga turun sebesar 6,6 persen. Meskipun mengalami penurunan untuk seluruh kategori pengeluaran, peringkat Kota Yogyakarta tidak berubah dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Bantul
Kabupaten Bantul menempati urutan ketiga di DI Yogyakarta dengan total pengeluaran per kapita tahun 2025 sebesar 1956180 rupiah. Wilayah ini mencatatkan penurunan total pengeluaran sebesar 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Bantul mengalami penurunan sebesar 6,8 persen, sementara pengeluaran bukan makanan justru naik sedikit sebesar 1,2 persen. Peringkat wilayah ini juga tidak mengalami perubahan dibandingkan data tahun sebelumnya.
Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Gunung Kidul merupakan satu-satunya wilayah di DI Yogyakarta yang mencatatkan kenaikan untuk seluruh kategori pengeluaran pada tahun 2025. Total pengeluaran per kapita wilayah ini naik sebesar 8,9 persen menjadi 1395640 rupiah. Pengeluaran makanan naik sebesar 11,2 persen, sementara pengeluaran bukan makanan naik sebesar 6,5 persen. Wilayah ini tetap menempati urutan keempat di provinsi, meskipun memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi dibandingkan empat wilayah lainnya.