Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana alam di Provinsi Bali pada tahun 2026 tercatat sebesar 3 jiwa. Angka ini mengalami penurunan sebesar 93,48 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatatkan angka korban tertinggi sepanjang catatan historis sejak 2008 yaitu 46 jiwa. Selama 18 tahun periode pencatatan, data menunjukkan tren naik secara umum dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 6,68 persen, meskipun terjadi fluktuasi tajam antar tahun dengan 10 kali periode kenaikan dan 7 kali periode penurunan korban.
(Baca: Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Pagi Hari Diperdagangkan US$16.785 /Ton (Jumat, 14 Agustus 2026))
Berdasarkan data historis, kenaikan korban terbesar terjadi pada tahun 2025 dengan pertumbuhan 228,57 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan angka terendah tercatat pada awal periode 2008 dengan 1 jiwa. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 70,03 persen, angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang berada pada 63,35 persen. Nilai korban tahun 2026 berada di bawah rata-rata periode keseluruhan yang mencapai 9,83 jiwa.
Untuk tahun 2026, Provinsi Bali menempati peringkat ke-3 di wilayah pulau Nusa Tenggara dan Bali untuk jumlah korban meninggal bencana alam. Secara nasional, Bali berada pada peringkat 16 dari seluruh provinsi di Indonesia. Sepanjang 5 tahun terakhir, peringkat Bali pernah menempati urutan pertama di wilayah pulau sebanyak 2 kali, dengan pergerakan peringkat selalu berada di rentang 1 sampai 3 pada tingkat regional.
Maluku
Provinsi Maluku mencatatkan 6 jiwa korban meninggal akibat bencana alam pada periode terakhir, menempati peringkat ke-2 pada tingkat wilayah pulau dan peringkat 14 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan korban sebesar 57,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan sebesar 8 jiwa. Angka korban Maluku dua kali lipat lebih besar dibandingkan nilai yang tercatat di Bali untuk periode yang sama, menjadikan wilayah ini salah satu daerah dengan jumlah korban lebih tinggi diantara kelompok perbandingan.
Banten
Provinsi Banten tercatat memiliki 4 jiwa korban meninggal bencana alam, menempati peringkat 5 di wilayah pulau Jawa serta peringkat 15 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sedikit sebesar 33,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai korban Banten berada 1 jiwa lebih tinggi dibandingkan angka yang tercatat di Bali, dengan peringkat nasional hanya satu tingkat diatas peringkat Bali pada tahun yang sama.
Aceh
(Baca: Prakiraan Cuaca Kota Kendari Hari Ini 16 Agustus 2026: Cerah, Suhu 25-32 °C)
Aceh mencatatkan 3 jiwa korban meninggal bencana alam, nilai yang sama persis dengan angka yang tercatat di Bali pada periode terakhir. Wilayah Sumatera ini mengalami penurunan korban sangat tajam sebesar 99,48 persen dari tahun sebelumnya yang sebelumnya mencatatkan 577 jiwa, menjadi anomali penurunan terbesar pada periode ini. Aceh menempati peringkat 3 di wilayah pulau Sumatera dan peringkat 16 secara nasional berada sejajar dengan Bali.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur mencatatkan 3 jiwa korban meninggal bencana alam, menempati peringkat pertama di wilayah pulau Kalimantan dan peringkat 16 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan selisih 12 jiwa. Angka korban wilayah ini sama dengan Bali, namun memiliki peringkat regional yang lebih baik di wilayahnya sendiri dibandingkan posisi Bali di Nusa Tenggara dan Bali.
Lampung
Provinsi Lampung tercatat memiliki 2 jiwa korban meninggal akibat bencana alam, menempati peringkat ke-4 di wilayah pulau Sumatera dan peringkat 19 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 85,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan selisih penurunan 12 jiwa. Angka korban Lampung berada 1 jiwa lebih rendah dibandingkan angka yang tercatat di Bali pada periode yang sama.
Jambi
Provinsi Jambi mencatatkan 2 jiwa korban meninggal bencana alam, menempati peringkat ke-4 di wilayah pulau Sumatera serta peringkat 19 secara nasional sejajar dengan Lampung. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 33,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai korban Jambi merupakan angka terendah pada kelompok perbandingan, 1 jiwa lebih rendah dibandingkan nilai yang tercatat di Bali tahun 2026.