PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Jepang 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 10/03/2026 12:42 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Jepang 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) atau Implied PPP Conversion Rate Jepang pada 2024 sebesar 93.32 unit. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 94.7 unit, nilai ini menunjukkan penurunan kecil sebesar 1.46%. Sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 97.61 unit, terjadi penurunan signifikan sebesar 4.4%. Dalam tiga tahun terakhir, kondisi PDB PPP Jepang mengalami kontraksi tajam sebesar 6.28% pada 2022 (artinya nilai PDB PPP turun drastis dari 98.69 unit di 2021 ke 92.49 unit di 2022), kemudian stabil dengan pertumbuhan kecil sebesar 0.45% pada 2023 dan 2024.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Jepang terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Nias Selatan 2018 - 2024)

Dalam rentang 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai PDB PPP Jepang tertinggi tercatat pada 2015 sebesar 107.63 unit, sedangkan terendah pada 2022 sebesar 92.49 unit. Anomali terjadi pada 2022, di mana kontraksi sebesar 6.28% adalah penurunan terbesar dalam dekade tersebut, jauh melebihi penurunan tahun sebelumnya seperti 2020 sebesar 2.41% selama pandemi COVID-19. Sebelum 2022, penurunan nilai PDB PPP Jepang cenderung gradual dengan tingkat penurunan antara 0.52% hingga 2.41% per tahun.

Peringkat regional Jepang dalam hal Implied PPP Conversion Rate di Asia tetap berada pada posisi ke-6 selama 9 tahun berturut-turut (2016-2024), tidak ada perubahan dari peringkat tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan posisi relatif Jepang terhadap ekonomi Asia lain dalam konversi PPP tetap konsisten, tanpa mengalami kenaikan atau penurunan peringkat selama hampir satu dekade kecuali pada 2015 yang berada di posisi ke-5.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Jamaika 2015 - 2024)

IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Jepang akan mengalami kontraksi kecil pada dua tahun pertama periode 2025-2030: turun menjadi 92.64 unit pada 2025 (kontraksi 0.73% dari 2024) dan 92.19 unit pada 2026 (kontraksi 0.48% dari 2025). Setelah itu, terjadi pertumbuhan positif kecil pada 2027-2030, namun semua nilai proyeksi tetap berada di bawah 93.32 unit (nilai 2024), yang berarti kondisi ekonomi Jepang dalam hal PDB PPP tidak akan kembali ke level 2024 dalam enam tahun ke depan.

Dibandingkan dengan negara lain di Asia, Uzbekistan mencatat pertumbuhan PDB PPP tertinggi dalam tiga tahun terakhir sebesar 10.66% per tahun rata-rata, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rata-rata Jepang turun 1.79% dalam periode yang sama (disebabkan oleh kontraksi tajam 2022). Uzbekistan berada pada posisi ke-1 dalam peringkat pertumbuhan PDB PPP regional, sementara Jepang tetap di posisi ke-6 dalam peringkat nilai PDB PPP tahun terakhir.

Data Stories Terkini
Databoks Premium

Data Populer

Loading...