Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Enrekang pada tahun 2024 mencapai 226065 Rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 28,4 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 49950 Rupiah per orang setiap bulannya. Pada periode 2018 hingga 2024, hanya terjadi satu kali penurunan pengeluaran yaitu pada tahun 2022 sebesar 6,8 persen, selebihnya seluruh tahun menunjukkan angka pertumbuhan positif.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Bangka Belitung 2015 - 2024)
Dari seluruh pengeluaran total per kapita masyarakat Kabupaten Enrekang per bulan, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang 16,2 persen dari total pengeluaran seluruh barang dan jasa. Angka ini juga setara dengan 30,6 persen dari seluruh pengeluaran kategori makanan masyarakat setiap bulannya. Dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau, pengeluaran makanan dan minuman jadi masih berada 73 persen lebih tinggi dibandingkan pos pengeluaran tersebut.
Sepanjang tujuh tahun data tercatat, pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini menunjukkan kenaikan secara bertahap dengan variasi pertumbuhan setiap tahun. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 31,7 persen, diikuti tahun 2024 pada urutan kedua. Satu-satunya penurunan yang tercatat terjadi pada tahun 2022, dimana pengeluaran sedikit turun dari tahun sebelumnya sebelum kembali naik pada dua tahun berikutnya.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Enrekang menempati urutan keenam untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Posisi ini berada di atas Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan, Kota Parepare dan 18 kabupaten kota lainnya di provinsi ini. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 159 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran yang sama.
Lima wilayah dengan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi di Sulawesi Selatan tahun 2024 secara berturut-turut adalah Kota Makassar sebesar 256128 Rupiah, Kota Palopo 248024 Rupiah, Kabupaten Bantaeng 241707 Rupiah, Kabupaten Pinrang 231885 Rupiah dan Kabupaten Sidenreng Rappang 231035 Rupiah. Dari kelima wilayah tersebut, hanya Kota Makassar dan Kota Palopo yang mencatatkan pertumbuhan sedikit dibawah 5 persen, sementara tiga wilayah lainnya mencatatkan pertumbuhan diatas 16 persen pada tahun 2024.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kab. Lombok Tengah 2018 - 2024)
Perbandingan Pengeluaran Non Makanan
Badan Pusat Statistik juga mencatat total pengeluaran non makanan per kapita Kabupaten Enrekang pada tahun 2024 mencapai 658827 Rupiah per bulan, dengan pertumbuhan sebesar 53,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan untuk kategori ini. Peringkat Kabupaten Enrekang untuk pengeluaran non makanan berada di urutan kedelapan se-provinsi, naik secara signifikan dari posisi tahun sebelumnya.
Total Pengeluaran Masyarakat
Untuk total seluruh pengeluaran makanan dan bukan makanan, Kabupaten Enrekang mencatatkan angka 1396244 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 9,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini pada urutan kelima se-provinsi Sulawesi Selatan. Hanya tiga wilayah kota dan satu kabupaten lainnya yang memiliki total pengeluaran per kapita lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Enrekang pada tahun ini.
Pengeluaran Kategori Makanan Umum
Total pengeluaran seluruh kategori makanan masyarakat Kabupaten Enrekang tahun 2024 mencapai 737416 Rupiah per kapita per bulan. Angka ini mengalami kenaikan 49,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini. Peringkat wilayah ini untuk kategori pengeluaran makanan umum berada di urutan keempat se-Sulawesi Selatan, hanya berada dibawah Kota Makassar, Kota Palopo dan Kabupaten Bantaeng.