Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kota Batam untuk sabun mandi mencapai 111065 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami naik sebesar 8,5 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 102352 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang tujuh tahun periode pengamatan sejak 2018, angka pengeluaran ini menunjukkan pergerakan naik turun setiap tahun tanpa pola peningkatan stabil secara berkelanjutan.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Serbia 2024)
Pada tahun 2022 tercatat pengeluaran tertinggi untuk sabun mandi di Kota Batam dengan nilai 119474 Rupiah per kapita per bulan. Satu tahun setelahnya yaitu tahun 2023 terjadi penurunan sebesar 14,3 persen sebelum akhirnya kembali naik pada tahun 2024. Angka pengeluaran tahun 2024 masih berada di bawah nilai pengeluaran tertinggi yang pernah tercatat dua tahun sebelumnya.
Nilai pengeluaran sabun mandi warga Kota Batam menyumbang sekitar 22,9 persen dari total pengeluaran perawatan pribadi, 125 persen dari pengeluaran kecantikan, dan sekitar 30,3 persen dari pengeluaran untuk makanan jadi per kapita per bulan. Jika dibandingkan total pengeluaran aneka barang dan jasa masyarakat, pengeluaran untuk sabun mandi menyumbang sebesar 22,9 persen dari nilai bulanan per kapita.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam menempati urutan kedua untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Urutan pertama diisi oleh Kabupaten Kepulauan Anambas dengan pengeluaran 127328 Rupiah, diikuti Kota Batam, kemudian Kabupaten Natuna, Kabupaten Bintan, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Karimun dan terakhir Kabupaten Lingga. Hanya Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kota Batam yang mencatatkan pertumbuhan positif pengeluaran sabun mandi pada tahun 2024, sementara lima wilayah lainnya mengalami penurunan.
Secara nasional, Kota Batam menempati peringkat ke 31 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran sabun mandi per kapita. Sementara jika dikelompokkan berdasarkan wilayah pulau Sumatera, wilayah ini menempati peringkat ketiga tertinggi. Rata-rata pengeluaran sabun mandi Kota Batam selama lima tahun terakhir tercatat sebesar 109465 Rupiah per kapita, dimana nilai tahun 2024 berada sedikit di atas rata-rata periode tersebut.
Kota Tanjung Pinang
Kota Tanjung Pinang tercatat memiliki total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 2134386 Rupiah per bulan pada tahun 2024, nilai ini membuat wilayah ini menempati peringkat pertama tertinggi di seluruh Provinsi Kepulauan Riau. Meskipun menempati urutan teratas total pengeluaran masyarakat, wilayah ini justru mencatatkan penurunan sebesar 26,4 persen untuk pengeluaran sabun mandi pada tahun yang sama, merupakan penurunan terbesar dibandingkan seluruh kabupaten kota di provinsi ini. Total pengeluaran makanan masyarakat wilayah ini tumbuh sebesar 2,5 persen, sementara pengeluaran bukan makanan justru turun sebesar 17,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Jawa Timur | 2025)
Kabupaten Kepulauan Anambas
Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Kepulauan Riau yang mencatatkan pertumbuhan positif untuk sebagian besar kategori pengeluaran yang diamati. Wilayah ini menempati peringkat pertama pengeluaran sabun mandi tahun 2024 dengan nilai 127328 Rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan sedikit sebesar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran gabungan masyarakat wilayah ini tercatat 1994259 Rupiah per bulan, menempati urutan kedua se-provinsi, dengan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 3,1 persen dan penurunan sedikit untuk pengeluaran bukan makanan sebesar 4,5 persen.
Kabupaten Bintan
Kabupaten Bintan mencatatkan pengeluaran total gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 1630040 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, menempati urutan kelima se-provinsi Kepulauan Riau. Wilayah ini mengalami penurunan pengeluaran sabun mandi sebesar 4,9 persen pada tahun 2024 dengan nilai akhir tercatat 84881 Rupiah per kapita. Berbeda dengan kategori sabun mandi, wilayah ini justru mencatatkan pertumbuhan tertinggi untuk pengeluaran makanan sebesar 8,4 persen dan juga pertumbuhan yang sama untuk kategori pengeluaran bukan makanan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Natuna
Kabupaten Natuna tercatat memiliki pengeluaran sabun mandi tahun 2024 sebesar 91864 Rupiah per kapita per bulan, mengalami penurunan sebesar 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati urutan ketiga se-provinsi untuk kategori ini. Total pengeluaran gabungan masyarakat wilayah ini tercatat 1647240 Rupiah per bulan, menempati urutan keempat se-provinsi. Pengeluaran makanan masyarakat wilayah ini hampir stagnan dengan penurunan sedikit sebesar 0,6 persen, sementara pengeluaran bukan makanan turun sebesar 7,4 persen dibandingkan tahun 2023.