Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja sektor penyediaan akomodasi dan makan minum Kota Surabaya Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai 72.346 pekerja. Angka ini merupakan nilai tertinggi sepanjang periode pencatatan sejak 2015, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 36,17 persen dibandingkan tahun 2024. Selama 9 tahun periode data, total peningkatan jumlah pekerja sektor ini mencapai 135,22 persen, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan senilai 11,28 persen.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kabupaten Bulukumba Turun 0,1%)
Sepanjang riwayat data, tercatat 6 periode terjadi kenaikan jumlah pekerja dan 2 periode mengalami penurunan. Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2025 dengan selisih tambahan 19.218 pekerja, sedangkan penurunan terdalam terjadi pada tahun 2020 dengan pengurangan sebanyak 19.936 pekerja. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 12,09 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 9,04 persen.
Pada tahun 2025, Kota Surabaya menempati peringkat ke-3 di wilayah Pulau Jawa untuk jumlah pekerja sektor akomodasi dan makan minum, serta menempati peringkat ke-4 secara nasional. Peringkat ini meningkat satu posisi dibandingkan tahun 2024 yang sebelumnya berada di peringkat ke-4 di Pulau Jawa. Nilai pekerja tahun 2025 juga tercatat berada di atas nilai rata-rata seluruh periode pencatatan.
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor menempati posisi pertama tertinggi di Pulau Jawa dan peringkat pertama nasional untuk jumlah pekerja sektor akomodasi tahun 2025, dengan total 105.910 pekerja. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 29,61 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih tambahan pekerja sebanyak 24.194 orang. Nilai total pekerja di Kabupaten Bogor tercatat 46,4 persen lebih tinggi dibandingkan nilai Kota Surabaya pada periode yang sama.
Kota Jakarta Selatan
Kota Jakarta Selatan berada di peringkat kedua nasional dan kedua di Pulau Jawa, dengan total pekerja sektor akomodasi tahun 2025 mencapai 89.225 pekerja. Pertumbuhan tahunan wilayah ini tercatat 25,54 persen, dengan penambahan sebanyak 18.150 pekerja dibandingkan tahun 2024. Meskipun pertumbuhan persentase lebih rendah dibanding Kota Surabaya, nilai total pekerja Kota Jakarta Selatan masih lebih tinggi 23,3 persen dari nilai Kota Surabaya.
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Konstruksi Periode 2013-2026)
Kabupaten Badung
Kabupaten Badung dari wilayah Nusa Tenggara dan Bali menempati peringkat ketiga nasional, dengan total pekerja sektor akomodasi tahun 2025 sebesar 73.110 pekerja. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 9,13 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan tambahan sebanyak 6.115 pekerja. Nilai total pekerja Kabupaten Badung hanya terpaut selisih 764 pekerja saja di atas nilai Kota Surabaya pada periode tahun yang sama.
Kota Surabaya
Kota Surabaya Jawa Timur berada pada peringkat keempat nasional dan ketiga di wilayah Pulau Jawa, dengan total 72.346 pekerja pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan persentase tertinggi dibanding seluruh wilayah dalam daftar perbandingan, yaitu sebesar 36,17 persen. Pertumbuhan ini menjadikan Kota Surabaya berhasil melampaui Kota Bandung dan menutup selisih nilai secara signifikan dengan Kabupaten Badung.
Kota Bandung
Kota Bandung menempati peringkat kelima nasional dan keempat di Pulau Jawa, dengan total pekerja sektor akomodasi tahun 2025 sebesar 57.595 pekerja. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan paling rendah hanya sebesar 0,28 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan tambahan pekerja sebanyak 160 orang saja. Nilai total pekerja Kota Bandung tercatat 20,4 persen lebih rendah dibandingkan nilai total pekerja Kota Surabaya pada periode yang sama.