991 Titik Panas Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Selasa, 14 Juli 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 14/07/2026 10:51 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 991 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 130 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Selasa (14/7/2026) pukul 11.34 WIB. Dari 991 titik panas terdeteksi, 54 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 902 titik skala sedang, dan 35 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Kualitas Udara Indonesia Terburuk di ASEAN pada 2022)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Timur sebanyak 169 titik. Kalimantan Barat menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 135 titik. Nusa Tenggara Timur berada di posisi ketiga sebanyak 87 titik panas.

Sebanyak 70 titik panas terdeteksi di Papua Selatan, Kalimantan Selatan menyusul dengan 64 titik panas, serta Kalimantan Tengah dan Maluku masing-masing memiliki 52 dan 44 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Kualitas Udara di Indonesia Sedikit Membaik pada 2021)

Data Pasar

Macro update by
14 July 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jun) 3,34% +0.26
Inflasi mom (Jun) 0,44% +0.16
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 18.102 -0.02
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Ekspor Migas (Mei) 758,10 -34.38
Neraca perdagangan (Mei) -1,61 -1,907.18
Impor Migas (Mei) 4,51 -1.82
Ekspor (Mei) 23,20 -8.30
Impor (Mei) 24,81 -1.59
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jun) 114,65 +0.76

Data Populer

Loading...