Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Luwu tahun 2024 mencapai 155699 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 4,8% dibanding tahun sebelumnya. Selisih pengeluaran dengan tahun 2023 sebesar 7164,6 rupiah, menunjukkan peningkatan konsumsi masyarakat pada kategori barang dan jasa ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Batu Bara | 2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran aneka barang dan jasa di Kabupaten Luwu mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018 hingga 2021, pengeluaran naik secara berturut-turut dari 141375 rupiah menjadi 162648 rupiah, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di tahun 2021 sebesar 6,3%. Tahun 2022, pengeluaran turun sedikit menjadi 146878 rupiah dengan pertumbuhan negatif 9,7%, sebelum naik kembali di tahun 2023 sebesar 1,1% dan tahun 2024 sebesar 4,8%.
Di dalam kategori aneka barang dan jasa, pengeluaran masyarakat Kabupaten Luwu terbesar dialokasikan untuk rokok dan tembakau sebesar 113064 rupiah per kapita per bulan, diikuti oleh makanan jadi sebesar 117726 rupiah, sabun mandi sebesar 46884 rupiah, perawatan sebesar 42601 rupiah, dan kecantikan sebesar 19759 rupiah. Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan konsumsi harian dan produk tembakau menjadi prioritas utama masyarakat dalam kategori ini.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan, Kabupaten Luwu berada di posisi 15 dari 24 wilayah. Wilayah dengan pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi adalah Kota Makassar di posisi 1 dengan nilai 467807 rupiah (pertumbuhan negatif 2,9%), diikuti oleh Kabupaten Luwu Timur di posisi 2 dengan 322614 rupiah (pertumbuhan 56,9% tertinggi di provinsi), Kota Palopo di posisi 3 dengan 312044 rupiah (pertumbuhan 41,9%), Kabupaten Enrekang di posisi 4 dengan 253876 rupiah (pertumbuhan 45%), dan Kota Parepare di posisi 5 dengan 241706 rupiah (pertumbuhan negatif 15,5%).
Kota Makassar
Kota Makassar menjadi wilayah dengan pengeluaran per kapita tertinggi di Sulawesi Selatan pada semua kategori pengeluaran. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 mencapai 1012020 rupiah dengan pertumbuhan 8,9% dibanding tahun sebelumnya, menempati posisi 1 di provinsi. Untuk kategori makanan dan bukan makanan, pengeluarannya sebesar 1803702 rupiah dengan penurunan sedikit 3,6% dibanding tahun sebelumnya, tetap berada di posisi 1. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan sebesar 791682 rupiah dengan pertumbuhan 5,7%, juga menempati posisi 1 di provinsi. Meskipun pengeluaran total mengalami penurunan sedikit, Kota Makassar tetap menjadi pusat konsumsi terbesar di Sulawesi Selatan.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Pertambangan dan Penggalian Lainnya Periode 2013-2024)
Kabupaten Luwu Timur
Kabupaten Luwu Timur menunjukkan pertumbuhan signifikan pada pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024 sebesar 56,9%, menjadi tertinggi di seluruh Sulawesi Selatan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 701298 rupiah dengan pertumbuhan 2,1%, menempati posisi 4 di provinsi. Untuk kategori makanan dan bukan makanan, pengeluarannya sebesar 1379043 rupiah dengan penurunan 10,7% dibanding tahun sebelumnya, berada di posisi 7. Pengeluaran untuk makanan sebesar 677746 rupiah dengan pertumbuhan 11,5%, menempati posisi 8 di provinsi. Pertumbuhan yang tinggi pada aneka barang dan jasa menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat pada kategori produk non-kebutuhan pokok.
Kota Palopo
Kota Palopo berada di posisi 2 pada kategori pengeluaran makanan dan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 1583231 rupiah, meskipun mengalami penurunan 9% dibanding tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 822375 rupiah dengan pertumbuhan 21,3%, menempati posisi 3 di provinsi. Pengeluaran untuk makanan sebesar 760855 rupiah dengan pertumbuhan 24,2%, menempati posisi 2 di provinsi. Pertumbuhan yang tinggi pada kategori makanan menunjukkan bahwa masyarakat Kota Palopo masih memprioritaskan konsumsi makanan sebagai bagian dari kebutuhan utama mereka.
Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Bantaeng mengalami pertumbuhan tertinggi pada kategori pengeluaran makanan tahun 2024 sebesar 34%, dengan nilai 759120 rupiah yang menempati posisi 3 di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 599915 rupiah dengan pertumbuhan 40,5%, menempati posisi 10 di provinsi. Untuk kategori makanan dan bukan makanan, pengeluarannya sebesar 1359035 rupiah dengan pertumbuhan 14,5% dibanding tahun sebelumnya, berada di posisi 8 di provinsi. Pertumbuhan yang signifikan pada kategori makanan menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Bantaeng dalam hal akses dan konsumsi makanan yang lebih beragam.