Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Kasar jenjang SM/SMK/MA/Paket C di Provinsi Papua Barat Daya pada akhir tahun 2025 mencapai 87,95 persen. Dari catatan historis dua tahun terakhir, nilai ini mengalami penurunan sebesar 10,14 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat 98,09 persen. Pertumbuhan tahunan pada periode ini tercatat minus 10,34 persen, menjadi penurunan terbesar dalam catatan data yang tersedia untuk wilayah ini. Posisi provinsi ini turun dari peringkat 1 terbaik di Pulau Papua pada tahun 2024, menjadi peringkat 2 pada tahun 2025. Sementara itu ranking nasional provinsi ini juga turun signifikan dari posisi 2 nasional pada 2024, menjadi peringkat 25 se-Indonesia pada akhir tahun 2025.
(Baca: Statistik Pengeluaran Telepon Rumah Kelompok Kelas Menengah Periode 2013-2025)
Berdasarkan perbandingan data seluruh provinsi pada tahun 2025, capaian APK Papua Barat Daya sebesar 87,95 persen masih berada di atas rata-rata capaian enam provinsi pembanding yang tercatat berkisar antara 87,24 persen hingga 89,28 persen. Nilai penurunan sebesar 10,14 persen yang terjadi di Papua Barat Daya menjadi anomali dibandingkan seluruh provinsi pembanding, dimana lima dari enam provinsi lain justru mencatatkan pertumbuhan positif pada periode yang sama. Hanya Lampung yang juga mencatatkan penurunan, namun hanya sebesar 1,87 persen atau jauh lebih sedikit dibandingkan penurunan yang terjadi di Papua Barat Daya.
Provinsi Jambi
Provinsi Jambi menduduki peringkat 22 nasional dan peringkat 6 wilayah Pulau Sumatera untuk indikator APK sekolah menengah tahun 2025, dengan capaian nilai akhir sebesar 89,28 persen. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai absolut sebesar 4,1 persen pada periode satu tahun. Capaian pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi diantara seluruh enam provinsi pembanding, menjadikan Jambi sebagai wilayah dengan peningkatan partisipasi sekolah menengah paling progresif pada kelompok data ini. Nilai capaian tahun 2025 ini juga melampaui rata-rata tiga tahun terakhir wilayah yang sebelumnya hanya berada di angka 85,2 persen.
Provinsi Jawa Timur
Jawa Timur tercatat memiliki nilai APK sekolah menengah sebesar 89,03 persen pada tahun 2025, menempati peringkat 23 secara nasional dan peringkat 3 di wilayah Pulau Jawa. Wilayah ini hanya mencatatkan pertumbuhan sedikit sebesar 0,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai absolut hanya 0,36 persen. Pertumbuhan paling lambat ini menjadikan Jawa Timur tidak mengalami pergeseran posisi ranking secara signifikan selama dua tahun terakhir, dan masih bertahan di posisi tengah pada skala nasional untuk indikator partisipasi pendidikan jenjang menengah.
Provinsi Sumatera Selatan
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Aceh Tenggara | 2024)
Sumatera Selatan menduduki peringkat 24 se-Indonesia dan peringkat 7 wilayah Pulau Sumatera dengan capaian nilai APK sekolah menengah 88,9 persen pada akhir tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua setelah Jambi pada kelompok data ini, dengan penambahan nilai absolut sebesar 3,7 persen. Meskipun pertumbuhan cukup tinggi, posisi ranking Sumatera Selatan masih belum mengalami peningkatan signifikan secara nasional karena hampir seluruh wilayah lain juga mencatatkan peningkatan pada periode yang sama.
Provinsi Lampung
Lampung menjadi satu-satunya wilayah selain Papua Barat Daya yang mencatatkan penurunan nilai APK sekolah menengah pada tahun 2025, dengan capaian nilai akhir sebesar 87,67 persen. Wilayah ini menempati peringkat 26 nasional dan peringkat 8 di Pulau Sumatera, dengan penurunan nilai sebesar 1,87 persen dan pertumbuhan tahunan minus 2,09 persen dibandingkan capaian tahun 2024. Penurunan yang terjadi di Lampung tercatat jauh lebih sedikit dibandingkan penurunan yang dialami Papua Barat Daya pada periode tahun yang sama.
Provinsi Sulawesi Barat
Sulawesi Barat mencatatkan nilai APK sekolah menengah sebesar 87,34 persen pada tahun 2025, menduduki peringkat 27 secara nasional dan peringkat 6 wilayah Pulau Sulawesi. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai absolut sebesar 1,27 persen pada periode satu tahun. Capaian ini menempatkan Sulawesi Barat berada di urutan keempat tertinggi untuk tingkat pertumbuhan diantara enam provinsi pembanding yang tercatat pada data ini.
Provinsi Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah memiliki capaian nilai APK sekolah menengah sebesar 87,24 persen pada akhir tahun 2025, menempati peringkat 28 se-Indonesia dan peringkat 4 wilayah Pulau Kalimantan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai absolut sebesar 1,07 persen pada periode satu tahun. Capaian ini menjadikan Kalimantan Tengah sebagai provinsi dengan nilai APK terendah pada kelompok enam provinsi pembanding, namun tetap mencatatkan pertumbuhan positif tidak seperti Papua Barat Daya dan Lampung.