Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, mencapai Rp319.804 per kapita per bulan pada tahun 2024. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 9.9% dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluaran mencapai Rp354.908. Meskipun terjadi penurunan, pengeluaran ini masih lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 hingga 2022.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yaitu Rp277.335, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menunjukkan porsi signifikan dari anggaran konsumsi masyarakat. Data pendukung lain menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan sebesar Rp48.908, perawatan Rp71.951, rokok dan tembakau Rp136.673, dan sabun mandi Rp70.707. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumsi makanan dan minuman jadi tetap menjadi prioritas bagi masyarakat Kota Payakumbuh.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sumatera Barat 2015 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kota Payakumbuh cenderung fluktuatif. Setelah mengalami kenaikan signifikan sebesar 13.5% pada tahun 2023, terjadi penurunan tajam pada tahun 2024. Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran selama lima tahun terakhir (2019-2023) yaitu sebesar Rp318.511, pengeluaran tahun 2024 masih sedikit di atas rata-rata. Ini menunjukkan bahwa konsumsi makanan dan minuman jadi tetap stabil dalam jangka waktu menengah.
Pada tahun 2024, Kota Payakumbuh menduduki peringkat ke-5 di antara kabupaten/kota se-Sumatera Barat dalam hal pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi. Peringkat ini berada di bawah Kota Bukit Tinggi, Kota Pariaman, Kota Padang, dan Kota Padang Panjang. Secara nasional, Kota Payakumbuh berada di peringkat ke-48. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat konsumsi makanan dan minuman jadi di Kota Payakumbuh tergolong tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Barat, beberapa daerah menunjukkan angka pengeluaran yang lebih tinggi. Kota Bukit Tinggi mencatat pengeluaran tertinggi sebesar Rp344.478 dengan pertumbuhan 6.5%. Kota Pariaman mencatat pengeluaran sebesar Rp334.724 dengan pertumbuhan 10.6%, dan Kota Padang mencatat pengeluaran sebesar Rp334.040 dengan pertumbuhan 12.7%. Sementara itu, beberapa kabupaten seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai mencatat pengeluaran terendah yaitu Rp132.855 dengan penurunan 7.6%.
Kota Padang
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Padang mencapai Rp1.051.706 pada tahun 2024, meningkat 2.1% dari tahun sebelumnya. Kota Padang menempati peringkat pertama untuk pengeluaran bukan makanan di Sumatera Barat. Besarnya pengeluaran bukan makanan ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Padang memiliki alokasi anggaran yang signifikan untuk kebutuhan selain makanan, seperti pendidikan, kesehatan, dan hiburan.
(Baca: Penduduk Kabupaten Ciamis Menghabiskan Rp242 per Kapita per Minggu untuk Membeli Tauge)
Kota Bukit Tinggi
Pada tahun 2024, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan di Kota Bukit Tinggi mencapai Rp1.869.269. Data dari BPS menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 7.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Bukit Tinggi berada pada peringkat ketiga untuk kategori ini di Sumatera Barat. Hal ini mencerminkan bahwa masyarakat Kota Bukit Tinggi memiliki tingkat konsumsi yang cukup tinggi baik untuk kebutuhan makanan maupun non-makanan.
Kota Padang Panjang
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Padang Panjang mencapai Rp1.239.644 pada tahun 2024. BPS mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 63.8% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Padang Panjang menduduki peringkat pertama dalam kategori ini di Sumatera Barat. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan konsumsi makanan yang cukup besar di Kota Padang Panjang.