Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Provinsi Jambi pada kuartal kedua tahun 2025 sebesar Rp994,07 miliar. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,03% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 yang mencapai Rp1.004,4 miliar. Dibandingkan rata-rata tiga kuartal terakhir (Rp1.015,93 miliar) dan lima kuartal terakhir (Rp1.016,14 miliar), nilai kuartal kedua 2025 berada di bawah kedua rata-rata tersebut. Perkembangan data historis menunjukkan pertumbuhan tertinggi terjadi pada kuartal ketiga tahun 2021 sebesar 21,01%, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kuartal ketiga tahun 2022 turun 13,41%. Pada kuartal ini, Jambi menempati peringkat ke-7 di Pulau Sumatera, sama seperti kuartal sebelumnya, dan peringkat ke-20 secara nasional, turun satu peringkat dari kuartal pertama 2025.
(Baca: Jumlah Keluarga Menggunakan Listrik Pln Periode 2014-2024)
Dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, nilai PDRB Jasa Kesehatan Jambi pada kuartal kedua 2025 lebih rendah dibandingkan Lampung (Rp1.233,7 miliar) dan Sumatera Selatan (Rp1.101,69 miliar) yang juga berada di Pulau Sumatera, namun lebih tinggi dibandingkan Kepulauan Riau (Rp758,76 miliar). Pertumbuhan Jambi turun 1,03% lebih baik dibandingkan Kepulauan Riau yang mengalami penurunan turun 7,66%, namun lebih buruk dibandingkan Lampung (0,32%) dan Sumatera Selatan (4,33%).
Provinsi Lampung
Provinsi Lampung menempati peringkat ke-4 di Pulau Sumatera dan ke-17 secara nasional untuk nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial pada kuartal kedua tahun 2025. Nilai yang dicapai sebesar Rp1.233,7 miliar mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,32% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 (Rp1.229,82 miliar). Rata-rata tiga kuartal terakhir untuk Lampung sebesar Rp1.247,46 miliar, sehingga nilai kuartal kedua 2025 berada di bawah rata-rata tersebut. Perkembangan lima kuartal terakhir menunjukkan nilai Lampung cenderung stagnan, dengan pertumbuhan yang tidak signifikan setiap kuartal. Dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera, Lampung masih menjadi salah satu provinsi dengan nilai tertinggi untuk sektor ini, meskipun pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan Sumatera Selatan.
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Sumatera Selatan menempati peringkat ke-5 di Pulau Sumatera dan ke-18 secara nasional pada kuartal kedua tahun 2025 dengan nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar Rp1.101,69 miliar. Nilai ini mengalami pertumbuhan sebesar 4,33% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 (Rp1.055,99 miliar), yang merupakan pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan. Rata-rata tiga kuartal terakhir untuk Sumatera Selatan sebesar Rp1.096,06 miliar, sehingga nilai kuartal kedua 2025 berada sedikit di atas rata-rata tersebut. Perkembangan lima kuartal terakhir menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, dengan nilai yang terus meningkat setiap kuartal kecuali beberapa penurunan kecil di kuartal sebelumnya. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Pulau Sumatera untuk sektor ini pada kuartal ini.
(Baca: 10 Provinsi Terpilih Harga Daging Ayam Tertinggi (Kamis, 19 Februari 2026))
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Provinsi Nusa Tenggara Timur menempati peringkat ke-2 di Pulau Nusa Tenggara dan Bali serta ke-19 secara nasional pada kuartal kedua tahun 2025 dengan nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar Rp1.026,21 miliar. Nilai ini mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 11,83% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 (Rp917,66 miliar), yang merupakan pertumbuhan tertinggi di antara semua provinsi dalam data perbandingan. Rata-rata tiga kuartal terakhir untuk Nusa Tenggara Timur sebesar Rp963,42 miliar, sehingga nilai kuartal kedua 2025 berada jauh di atas rata-rata tersebut. Perkembangan lima kuartal terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup besar, dengan pertumbuhan yang tinggi di beberapa kuartal dan penurunan di kuartal lain. Meskipun berada di luar Pulau Sumatera, nilai Nusa Tenggara Timur lebih tinggi dibandingkan beberapa provinsi di Sumatera seperti Jambi dan Kepulauan Riau.
Provinsi Sulawesi Tengah
Provinsi Sulawesi Tengah menempati peringkat ke-3 di Pulau Sulawesi dan ke-21 secara nasional pada kuartal kedua tahun 2025 dengan nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar Rp937,36 miliar. Nilai ini mengalami pertumbuhan sebesar 5,30% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 (Rp890,2 miliar), yang merupakan pertumbuhan yang cukup baik dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan. Rata-rata tiga kuartal terakhir untuk Sulawesi Tengah sebesar Rp911,8 miliar, sehingga nilai kuartal kedua 2025 berada di atas rata-rata tersebut. Perkembangan lima kuartal terakhir menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil, dengan nilai yang terus meningkat setiap kuartal. Dibandingkan provinsi di Pulau Sumatera, nilai Sulawesi Tengah lebih tinggi dibandingkan Kepulauan Riau namun lebih rendah dibandingkan Jambi, Lampung, dan Sumatera Selatan.
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Provinsi Nusa Tenggara Barat menempati peringkat ke-3 di Pulau Nusa Tenggara dan Bali serta ke-22 secara nasional pada kuartal kedua tahun 2025 dengan nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar Rp902,47 miliar. Nilai ini mengalami penurunan sedikit turun 0,14% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 (Rp903,69 miliar). Rata-rata tiga kuartal terakhir untuk Nusa Tenggara Barat sebesar Rp915,33 miliar, sehingga nilai kuartal kedua 2025 berada di bawah rata-rata tersebut. Perkembangan lima kuartal terakhir menunjukkan fluktuasi yang kecil, dengan nilai yang cenderung stagnan di sekitar Rp900 miliar. Dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, nilai Nusa Tenggara Barat lebih tinggi dibandingkan Kepulauan Riau namun lebih rendah dibandingkan provinsi lain seperti Lampung, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Provinsi Kepulauan Riau
Provinsi Kepulauan Riau menempati peringkat ke-7 di Pulau Sumatera dan ke-23 secara nasional pada kuartal kedua tahun 2025 dengan nilai PDRB ADHB Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar Rp758,76 miliar. Nilai ini mengalami penurunan signifikan turun 7,66% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 (Rp821,74 miliar), yang merupakan penurunan terbesar di antara semua provinsi dalam data perbandingan. Rata-rata tiga kuartal terakhir untuk Kepulauan Riau sebesar Rp825,21 miliar, sehingga nilai kuartal kedua 2025 berada jauh di bawah rata-rata tersebut. Perkembangan lima kuartal terakhir menunjukkan tren penurunan yang cukup jelas, dengan nilai yang terus menurun setiap kuartal. Dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau memiliki nilai terendah untuk sektor ini pada kuartal ini.