Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran mencapai Rp38.462 per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 26.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan perhatian masyarakat Dompu terhadap perawatan kulit semakin meningkat.
Secara historis, pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Dompu fluktuatif. Sempat mengalami pengeluaran tertinggi pada tahun 2022 dengan nilai Rp43.398, namun kemudian turun pada 2023 menjadi Rp30.403. Meskipun demikian, angka tahun 2024 ini kembali naik dan mendekati angka pengeluaran tertinggi sebelumnya. Data ini menunjukkan adanya minat yang tidak stabil namun tetap signifikan dari masyarakat terhadap produk dan jasa perawatan kulit.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kota Balikpapan | 2024)
Besaran pengeluaran untuk perawatan kulit ini perlu dilihat dalam konteks pengeluaran masyarakat secara keseluruhan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa di Dompu adalah Rp152.506. Pengeluaran untuk perawatan kulit menyumbang sekitar 25% dari total pengeluaran tersebut. Angka ini cukup besar jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk kebutuhan lain seperti makanan jadi (Rp176.309) atau rokok dan tembakau (Rp139.407).
Dalam skala regional, Kabupaten Dompu berada di peringkat ke-6 untuk pengeluaran perawatan kulit di antara kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat pada tahun 2024. Peringkat ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Dompu terhadap perawatan kulit cukup tinggi dibandingkan daerah lain di provinsi tersebut. Secara nasional, Kabupaten Dompu berada di peringkat 417 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mencatat pengeluaran tertinggi untuk perawatan kulit, yaitu Rp86.379 pada tahun 2024. Kabupaten Sumbawa Barat menyusul dengan Rp70.637, diikuti Kota Bima dengan Rp51.286. Meskipun Kabupaten Dompu berada di bawah ketiga daerah tersebut, pertumbuhan pengeluarannya sebesar 26.5% lebih tinggi dibandingkan Kota Mataram (3.1%) dan Kota Bima (9.3%). Kabupaten Sumbawa sendiri mengalami penurunan pengeluaran hingga 19%.
Menurut data BPS, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Dompu pada tahun 2024 adalah Rp421.210, meningkat 9.4% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Mataram mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk kategori ini, yaitu Rp985.712, disusul Kabupaten Sumbawa Barat dengan Rp859.991. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan tertinggi terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat, yaitu sebesar 23.3%.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Afrika Selatan 2015 - 2024)
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Dompu mencapai Rp1.113.677 pada tahun 2024, naik 5.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Mataram masih memimpin dengan pengeluaran Rp1.869.381, meskipun mengalami penurunan turun 10.2%. Kabupaten Sumbawa Barat berada di urutan kedua dengan Rp1.829.378, mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 6.1%.
Kota Mataram
Kota Mataram menunjukkan performa yang kuat dalam pengeluaran per kapita. Pada tahun 2024, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tercatat sebesar Rp883.669, mengalami pertumbuhan sebesar 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.869.381, menempatkan Kota Mataram sebagai wilayah dengan pengeluaran tertinggi di Nusa Tenggara Barat, meski mengalami penurunan turun 10.2%. Pengeluaran bukan makanan juga menunjukkan angka fantastis Rp985.712.
Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan, mencapai 23.3% menjadi Rp859.991 pada tahun 2024. Kinerja ini menempatkan Sumbawa Barat sebagai wilayah dengan pertumbuhan tertinggi dalam kategori tersebut di Nusa Tenggara Barat. Pengeluaran untuk makanan juga menunjukkan peningkatan sebesar 10.7%, mencapai Rp969.386, menempatkan kabupaten ini sebagai wilayah dengan pengeluaran tertinggi untuk makanan di provinsi ini.
Kota Bima
Kota Bima menunjukkan peningkatan yang stabil dalam pengeluaran per kapita. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan pada tahun 2024 adalah Rp809.177, tumbuh 14.9% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan juga mengalami peningkatan sebesar 10.6%, mencapai Rp1.573.935. Pengeluaran bukan makanan tercatat sebesar Rp764.758, mengalami pertumbuhan sebesar 4.9%.
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa menunjukkan pertumbuhan yang solid dalam pengeluaran per kapita untuk bukan makanan, mencapai 15.3% dengan nilai Rp635.543 pada tahun 2024. Namun, pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan mengalami penurunan turun 23.2%, menjadi Rp1.382.495. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan tercatat sebesar Rp746.952, tumbuh 5.3%.