Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran untuk perawatan kulit per kapita sebulan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mencapai 38462 rupiah pada tahun 2024. Angka ini naik sebesar 26,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih pengeluaran sebesar 8059 rupiah dari tahun 2023 yang sebesar 30403 rupiah. Pengeluaran ini merupakan 2,5 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa sebesar 152506 rupiah, dan 150 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan sebesar 25675 rupiah.
(Baca: Statistik Penduduk Beragama Hindu di Kabupaten Kep. Konawe 2016-2024)
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan di Kabupaten Dompu untuk makanan dan bukan makanan pada tahun 2024 mencapai 1113677 rupiah, naik sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1055631 rupiah. Pengeluaran untuk makanan jadi sendiri mencapai 176309 rupiah per kapita sebulan, lebih tinggi daripada pengeluaran untuk perawatan kulit. Sementara itu, pengeluaran untuk sabun mandi sebesar 41841 rupiah per kapita sebulan, sedikit lebih tinggi daripada pengeluaran untuk perawatan kulit.
Sejak tahun 2018, pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Dompu mengalami fluktuasi yang signifikan. Pada tahun 2019, pengeluaran naik sebesar 56,3 persen menjadi 39919 rupiah dari tahun 2018 yang sebesar 25532 rupiah. Tahun 2020, pengeluaran sedikit turun sebesar 18 persen menjadi 32734 rupiah, kemudian naik kembali sebesar 8,1 persen pada tahun 2021 menjadi 35373 rupiah. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 43398 rupiah, sebelum turun sebesar 29,9 persen pada tahun 2023 menjadi 30403 rupiah, dan naik kembali sebesar 26,5 persen pada tahun 2024.
Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Dompu menempati rank ke-6 di antara kabupaten/kota seprovinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2024. Posisi ini sama seperti tahun sebelumnya, karena tidak ada perubahan urutan rank di antara wilayah seprovinsi. Di tingkat pulau Nusa Tenggara dan Bali, Kabupaten Dompu menempati rank ke-20, dan se-Indonesia rank ke-417.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Barat 2015 - 2024)
Lima kabupaten/kota seprovinsi NTB dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi pada tahun 2024 adalah Kota Mataram (86379 rupiah, naik 3,1 persen), Kabupaten Sumbawa Barat (70637 rupiah, naik 23,3 persen), Kota Bima (51286 rupiah, naik 4,9 persen), Kabupaten Sumbawa (48230 rupiah, naik 15,3 persen), dan Kabupaten Lombok Barat (45087 rupiah, turun 13,8 persen). Semua wilayah ini memiliki nilai pengeluaran perawatan kulit yang lebih tinggi daripada Kabupaten Dompu.
Kota Mataram
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Mataram pada tahun 2024 mencapai 985712 rupiah, naik sebesar 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 843792 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai 1869381 rupiah, turun sebesar 10,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan sebesar 883669 rupiah, naik sebesar 11 persen. Kota Mataram menempati rank ke-1 di antara kabupaten/kota seprovinsi NTB untuk pengeluaran bukan makanan dan makanan plus bukan makanan, serta rank ke-2 untuk pengeluaran makanan. Nilai pengeluaran bukan makanan di Kota Mataram jauh lebih tinggi daripada wilayah lain di provinsi, menunjukkan daya beli masyarakat yang lebih kuat di bidang barang dan jasa non makanan.
Kabupaten Sumbawa Barat
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun 2024 mencapai 859991 rupiah, naik sebesar 23,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 697279 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai 1829378 rupiah, naik sebesar 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan sebesar 969386 rupiah, naik sebesar 10,7 persen. Kabupaten Sumbawa Barat menempati rank ke-2 di antara kabupaten/kota seprovinsi NTB untuk pengeluaran bukan makanan dan makanan plus bukan makanan, serta rank ke-1 untuk pengeluaran makanan. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan yang signifikan menunjukkan peningkatan konsumsi masyarakat di bidang barang dan jasa selain makanan.
Kota Bima
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Bima pada tahun 2024 mencapai 764758 rupiah, naik sebesar 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 729276 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai 1573935 rupiah, naik sebesar 10,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan sebesar 809177 rupiah, naik sebesar 14,9 persen. Kota Bima menempati rank ke-3 di antara kabupaten/kota seprovinsi NTB untuk pengeluaran bukan makanan, makanan plus bukan makanan, dan pengeluaran makanan. Pertumbuhan pengeluaran makanan yang tinggi menunjukkan peningkatan konsumsi masyarakat di bidang makanan jadi dan bahan makanan.
Kabupaten Sumbawa
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Sumbawa pada tahun 2024 mencapai 635543 rupiah, naik sebesar 15,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 551061 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai 1382495 rupiah, turun sebesar 23,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan sebesar 746952 rupiah, naik sebesar 5,3 persen. Kabupaten Sumbawa menempati rank ke-4 di antara kabupaten/kota seprovinsi NTB untuk pengeluaran bukan makanan dan makanan plus bukan makanan, serta rank ke-5 untuk pengeluaran makanan. Penurunan pengeluaran total makanan dan bukan makanan disebabkan oleh penurunan pengeluaran non makanan tahun sebelumnya yang cukup signifikan.