- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Banten pada tahun 2024 mencapai 610 unit. Berdasarkan data historis selama 7 tahun terakhir, angka ini terus mengalami tren kenaikan secara bertahap, dimana pada tahun 2023 jumlah sekolah SMA tercatat sebanyak 607 unit. Hal ini berarti terjadi penambahan sebanyak 3 unit sekolah SMA sepanjang satu tahun terakhir. Secara nasional, posisi Banten berada di urutan ke-8 untuk jumlah SMA se-Indonesia pada tahun 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur di Kab. Musi Rawas | 2024)
Dari total 610 unit SMA di Banten tahun 2024, sebanyak 161 unit merupakan SMA Negeri dan 449 unit merupakan SMA Swasta. Jumlah SMA Negeri tidak mengalami perubahan jumlah dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan SMA Swasta mengalami penambahan sebanyak 3 unit atau tumbuh 0,7%. Dari komposisi tersebut, 73,6% seluruh SMA di Banten merupakan sekolah swasta, sedangkan sekolah negeri hanya mencakup 26,4% dari total sekolah.
Tercatat pada tahun 2023, jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Banten adalah 595.520 jiwa. Angka ini mengalami penurunan secara konsisten sejak tahun 2021 yang sempat mencapai 635.400 jiwa. Selama periode pengamatan, Banten secara konsisten menempati urutan ke-5 nasional untuk jumlah penduduk usia SMA, yang menunjukkan Banten tetap menjadi salah satu provinsi dengan beban kebutuhan layanan pendidikan menengah atas terbesar di Indonesia.
(Baca: Nilai Minimal Lolos Jalur Prestasi ke SMA Negeri 6 Cirebon SPMB 2026)
Untuk tenaga pendidik, BPS mencatat total guru SMA di Banten tahun 2024 berjumlah 12.734 orang. Angka ini hampir tidak berubah dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 12.737 orang, atau mengalami penurunan sangat kecil sebesar 0%. Dari total tenaga pendidik dan kepala sekolah, sebanyak 6.596 orang bertugas di SMA Negeri, sedangkan 6.138 orang bertugas di SMA Swasta.
Meskipun terjadi penambahan jumlah sekolah, angka pertumbuhan jumlah siswa SMA di Banten tahun 2024 tercatat tumbuh 1,6% dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah provinsi perlu memperhatikan keseimbangan antara jumlah satuan pendidikan, ketersediaan tenaga pendidik, serta jumlah populasi usia sekolah agar layanan pendidikan SMA dapat diakses secara merata oleh seluruh masyarakat di wilayah Banten.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |