Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2025 mencapai nilai 281,75 Rp miliar. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, sektor ini mencatat tren naik secara keseluruhan dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 8,49 persen. Pada tahun 2025, sektor ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih nilai turun 3,94 Rp miliar.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Balikpapan | 2004 - 2025)
Selama 16 tahun periode data, nilai tertinggi sektor ini tercatat pada tahun 2024 sebesar 285,69 Rp miliar, sedangkan nilai terendah terjadi pada tahun awal periode 2010 dengan nilai 83 Rp miliar. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir sebesar 6,07 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 6,11 persen. Selama seluruh periode, terjadi 12 kali periode kenaikan, 2 kali penurunan, dan 1 kali periode stagnan.
Sepanjang periode historis, posisi peringkat Sumatera Utara di lingkup Pulau Sumatera tetap konsisten di peringkat 5 tanpa perubahan selama 16 tahun berturut-turut. Untuk peringkat nasional, wilayah ini secara konsisten berada di kisaran peringkat 16 hingga 18, dimana pada tahun 2025 Sumatera Utara menempati peringkat 18 secara nasional.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati peringkat 4 di Pulau Sumatera dan peringkat 15 secara nasional untuk sektor yang sama pada tahun tercatat, dengan nilai PDRB mencapai 446,04 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 24,35 Rp miliar. Nilai Sumatera Barat ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan nilai Sumatera Utara, dengan selisih lebih dari 164 Rp miliar pada tahun terakhir yang dicatat.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati peringkat 2 di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 16 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor angkutan sungai danau serta penyeberangan sebesar 425,32 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih nilai turun 0,33 Rp miliar. Nilai yang tercatat menjadikan Sulawesi Tenggara berada satu peringkat di atas Sumatera Utara pada daftar peringkat nasional.
(Baca: Nilai Minimal Lolos Jalur Prestasi ke SMA Negeri 1 Beber SPMB 2026)
Maluku
Maluku menempati peringkat 1 tertinggi di wilayah Pulau Maluku dan peringkat 17 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor ini mencapai 305,66 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 3,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 10,99 Rp miliar. Maluku berada tepat satu peringkat di atas Sumatera Utara, dengan selisih nilai sekitar 23,91 Rp miliar pada tahun terakhir data yang dicatat.
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati peringkat 3 di wilayah Pulau Jawa dan peringkat 19 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor angkutan sungai danau dan penyeberangan sebesar 165,3 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih nilai turun 1,57 Rp miliar. Jawa Tengah berada satu peringkat dibawah Sumatera Utara pada daftar peringkat nasional, dengan selisih nilai mencapai 116,45 Rp miliar lebih rendah.
Maluku Utara
Maluku Utara menempati peringkat 2 di wilayah Pulau Maluku dan peringkat 20 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor ini tercatat sebesar 160,95 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif cukup tinggi sebesar 9,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 13,52 Rp miliar. Pertumbuhan Maluku Utara ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Sumatera Utara yang hanya mencapai 6,07 persen.
Papua
Papua menempati peringkat 1 tertinggi di wilayah Pulau Papua dan peringkat 21 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor angkutan sungai danau dan penyeberangan tercatat sebesar 152,84 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih nilai turun 1,4 Rp miliar. Nilai yang tercatat menjadikan Papua berada tiga peringkat dibawah Sumatera Utara pada daftar peringkat nasional seluruh Indonesia.