Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mencapai 159.830 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 22,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih pengeluaran sebesar 29.047 rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 79,9 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut, yang mencapai 200.153 rupiah. Informasi ini diolah dari data Susenas.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Lampung 2015 - 2024)
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di tahun 2024 juga merupakan tertinggi dalam periode tujuh tahun terakhir, dimulai dari tahun 2018 hingga 2024. Pada tahun 2018, pengeluaran ini hanya sebesar 113.086 rupiah, dan mengalami fluktuasi setiap tahunnya: naik sebesar 7,9 persen di 2019, 6,6 persen di 2020, turun sedikit sebesar 6,7 persen di 2021, naik 15,9 persen di 2022, turun sedikit 7 persen di 2023, sebelum melonjak naik 22,2 persen di 2024. Anomali terjadi pada tahun 2021 dan 2023, di mana pengeluaran turun sedikit meskipun periode sebelumnya mengalami kenaikan.
Di tingkat provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Muara Enim menempati peringkat ke-11 dalam pengeluaran makanan dan minuman jadi per kapita sebulan pada tahun 2024. Peringkat ini berada di bawah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (peringkat ke-10) dan di atas Kabupaten Musi Rawas (peringkat ke-12). Di tingkat nasional, wilayah ini menempati peringkat ke-339 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dan peringkat ke-107 di pulau Sumatera.
Lima kabupaten/kota di Sumatera Selatan dengan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi pada tahun 2024 adalah Kota Palembang (260.575 rupiah), Kabupaten Banyuasin (201.407 rupiah), Kabupaten Musi Banyuasin (184.680 rupiah), Kabupaten Lahat (184.364 rupiah), dan Kota Lubuk Linggau (181.076 rupiah). Dari kelima wilayah tersebut, hanya Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Ogan Ilir (yang berada di peringkat ke-6) yang mengalami pertumbuhan lebih tinggi dari Kabupaten Muara Enim, masing-masing sebesar 33,2 persen dan 28,1 persen. Sebagian besar wilayah lain di provinsi mengalami penurunan pengeluaran, seperti Kota Palembang (-1,7 persen) dan Kabupaten Banyuasin (-7,6 persen).
Kota Palembang
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi di Kab. Labuhan Batu Utara 2018 - 2024)
Kota Palembang menempati peringkat pertama dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Sumatera Selatan pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 861.308 rupiah. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, kota ini juga berada di peringkat pertama dengan nilai 1.676.313 rupiah, meskipun mengalami penurunan sedikit sebesar 5,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sendiri mencapai 815.005 rupiah, dengan pertumbuhan 11,9 persen, yang juga menjadi tertinggi di provinsi.
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Musi Banyuasin menempati peringkat kedua dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di provinsi, dengan nilai 629.974 rupiah pada tahun 2024. Pertumbuhan pengeluaran ini sangat signifikan, sebesar 23,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, wilayah ini berada di peringkat kedua dengan 1.402.383 rupiah, yang naik sebesar 3,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan mencapai 772.408 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 25,1 persen, yang menjadi pertumbuhan tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Banyuasin menempati peringkat ketiga dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di provinsi, dengan nilai 523.918 rupiah pada tahun 2024. Pengeluaran ini hampir stagnan, hanya mengalami pertumbuhan sebesar 0 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, wilayah ini berada di peringkat keempat dengan 1.296.187 rupiah, yang turun sedikit sebesar 1,9 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan mencapai 772.269 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 8,1 persen, yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan di Kabupaten Musi Banyuasin dan Kota Palembang.
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat menempati peringkat keenam dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di provinsi, dengan nilai 558.761 rupiah pada tahun 2024. Pertumbuhan pengeluaran ini sebesar 10,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, wilayah ini berada di peringkat ketiga dengan 1.312.608 rupiah, yang turun sedikit sebesar 14 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan mencapai 753.848 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 22,8 persen, yang menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi setelah Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Muara Enim.