Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Tanjung Pinang pada 2024 tercatat sebesar Rp69.700 per kapita per bulan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini mengalami penurunan sebesar 16% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengeluaran untuk perawatan kulit ini merupakan bagian kecil dari total pengeluaran per kapita sebulan warga Kota Tanjung Pinang. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa mencapai Rp396.190, sementara untuk kecantikan saja mencapai Rp51.604. Ini menunjukkan bahwa pengeluaran untuk perawatan kulit hanya sekitar 17,5% dari total pengeluaran untuk kecantikan, dan sekitar 17,6% dari pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai Rp412.933.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Korea Selatan 2015 - 2024)
Secara keseluruhan, pengeluaran masyarakat Kota Tanjung Pinang menunjukkan adanya alokasi dana yang signifikan untuk kebutuhan dasar seperti makanan dan barang jasa. Namun, pengeluaran untuk perawatan kulit tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan, meski mengalami sedikit penurunan di tahun terakhir.
Secara historis, pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Tanjung Pinang cenderung fluktuatif. Sempat mengalami pengeluaran tertinggi pada 2021 dengan angka Rp93.691, kemudian menurun tajam di tahun 2022. Meskipun sempat naik di tahun 2023, angka ini kembali turun di tahun 2024. Pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2020 dengan nilai Rp68.205.
Dalam peringkat pengeluaran untuk perawatan kulit di antara kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau, Kota Tanjung Pinang berada di urutan kelima pada tahun 2024. Sementara secara nasional, kota ini berada di peringkat 148. Kota Batam menempati urutan pertama dengan nilai pengeluaran Rp148.428.
Berdasarkan data, Kota Batam mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara kabupaten/kota lain di Kepulauan Riau, yaitu sebesar 43,5%. Kabupaten Karimun mengalami pertumbuhan sedikit dengan 1,5%, sementara Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami penurunan yang cukup signifikan turun 21,3%.
(Baca: Produksi Bayam Periode 2013-2024)
Kota Batam
Berdasarkan data BPS, Kota Batam menunjukkan performa pengeluaran yang kuat di berbagai sektor. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp1.349.142, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 19,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Batam pada peringkat pertama se-Provinsi Kepulauan Riau. Selain itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan juga tinggi, mencapai Rp995.819, dengan pertumbuhan 7%. Tingginya angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Batam memiliki daya beli yang tinggi.
Kabupaten Kepulauan Anambas
Kabupaten Kepulauan Anambas mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp899.419 pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 12,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menempatkan Anambas pada peringkat kedua se-Provinsi Kepulauan Riau dalam hal pengeluaran bukan makanan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan juga cukup tinggi, mencapai Rp924.731, dengan pertumbuhan 12,2%. Meskipun demikian, total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mengalami penurunan turun 9,4%, menjadi Rp1.824.150.
Kabupaten Bintan
Kabupaten Bintan menunjukkan pertumbuhan yang moderat dalam pengeluaran masyarakatnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp762.370, dengan pertumbuhan 7,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan juga mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 4,6%, mencapai Rp754.589. Secara keseluruhan, total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Bintan naik sedikit 0,9%, menjadi Rp1.516.959. Meskipun pertumbuhan tidak terlalu tinggi, Bintan tetap menunjukkan stabilitas ekonomi.
Kabupaten Natuna
Kabupaten Natuna mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan dalam pengeluaran bukan makanan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp754.951, dengan pertumbuhan 19,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pengeluaran untuk makanan mengalami pertumbuhan 17,9% menjadi Rp791.124. Total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mengalami penurunan turun 10%, menjadi Rp1.546.075. Data ini menunjukkan bahwa Natuna fokus pada pengeluaran bukan makanan, meski total pengeluaran mengalami penurunan.