Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada kuartal II tahun 2025 sebesar 483,25 Rp miliar. Nilai ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 11,59% dibandingkan kuartal sebelumnya (kuartal I 2025), dan mengalami kenaikan sebesar 50,21 Rp miliar dari periode tersebut. Dibandingkan rata-rata tiga kuartal terakhir (450,34 Rp miliar), nilai kuartal II 2025 lebih tinggi sebesar 32,91 Rp miliar, sedangkan dibandingkan rata-rata lima kuartal terakhir (438,79 Rp miliar), nilai ini lebih tinggi sebesar 44,46 Rp miliar. Kenaikan tertinggi dalam periode historis terjadi pada kuartal II 2024 dengan pertumbuhan 13,75%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada kuartal II 2020 dengan pertumbuhan negatif 9,33%.
(Baca: Harga Beras Kualitas Super I (Per Kg) di Pasar Tradisional di Kalimantan Timur | 2026)
Ranking Kepulauan Bangka Belitung dalam pulau Sumatera tetap berada di peringkat 9 untuk kuartal II 2025, tidak mengalami perubahan dari kuartal sebelumnya. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 22, turun satu peringkat dari kuartal I 2025 yang berada di peringkat 21. Perbandingan dengan provinsi lain di pulau Sumatera menunjukkan bahwa Kepulauan Bangka Belitung memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan Jambi (551,44 Rp miliar) dan lebih tinggi dibandingkan Bengkulu (302,38 Rp miliar) pada kuartal terakhir. Selama lima kuartal terakhir, ranking nasional provinsi ini berfluktuasi antara peringkat 21 dan 23, dengan perubahan yang disebabkan oleh perbedaan pertumbuhan nilai antar provinsi.
Kalimantan Tengah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Provinsi Kalimantan Tengah pada kuartal terakhir sebesar 559,43 Rp miliar, dengan pertumbuhan sebesar 2,32% dibandingkan kuartal sebelumnya. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga kuartal terakhir provinsi ini, yang mencapai sekitar 555,78 Rp miliar. Secara nasional, Kalimantan Tengah berada di peringkat 19, sedangkan di pulau Kalimantan berada di peringkat 4. Dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, nilai Kalimantan Tengah lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Utara (555,15 Rp miliar), Jambi (551,44 Rp miliar), Nusa Tenggara Barat (467,74 Rp miliar), Kalimantan Utara (317,85 Rp miliar), dan Bengkulu (302,38 Rp miliar). Besar selisih nilai dengan kuartal sebelumnya adalah 12,68 Rp miliar, yang menunjukkan kenaikan sedikit dibandingkan periode sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan selama lima kuartal terakhir provinsi ini adalah sekitar 3,5%, yang menunjukkan perkembangan stabil tanpa fluktuasi yang signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor akomodasi dan makan minum di Kalimantan Tengah tetap berkembang dengan laju konsisten, tidak mengalami perubahan yang drastis dalam periode terakhir.
Sulawesi Utara
Provinsi Sulawesi Utara berada di peringkat 2 di pulau Sulawesi dan peringkat 20 secara nasional untuk indikator PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum pada kuartal terakhir, dengan nilai sebesar 555,15 Rp miliar. Pertumbuhan provinsi ini sebesar 8,25% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima kuartal terakhir sebesar 4,8%. Besar selisih nilai dengan kuartal sebelumnya adalah 42,32 Rp miliar, yang merupakan kenaikan cukup signifikan dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan. Nilai kuartal terakhir ini sedikit lebih rendah dari rata-rata tiga kuartal terakhir sebesar 555,63 Rp miliar, namun pertumbuhan 8,25% ini menunjukkan bahwa provinsi ini mengalami pemulihan setelah penurunan pada kuartal sebelumnya. Dibandingkan Kalimantan Tengah, nilai Sulawesi Utara sedikit lebih rendah sebesar 4,28 Rp miliar, namun lebih tinggi dibandingkan Jambi sebesar 3,71 Rp miliar. Ranking provinsi ini di pulau Sulawesi tetap stabil di peringkat 2, menunjukkan bahwa sektor ini tetap menjadi salah satu yang berkembang baik di pulau tersebut.
(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Tahunan di Papua | 2024)
Jambi
Provinsi Jambi berada di peringkat 8 di pulau Sumatera dan peringkat 21 secara nasional untuk indikator PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum pada kuartal terakhir, dengan nilai sebesar 551,44 Rp miliar. Pertumbuhan provinsi ini sebesar 1,04% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima kuartal terakhir sebesar 2,2%. Besar selisih nilai dengan kuartal sebelumnya adalah 5,68 Rp miliar, yang menunjukkan kenaikan sedikit dibandingkan periode sebelumnya. Nilai kuartal terakhir ini lebih rendah dari rata-rata tiga kuartal terakhir sebesar 552,37 Rp miliar, yang menunjukkan bahwa perkembangan sektor ini di Jambi mengalami perlambatan. Dibandingkan provinsi lain di pulau Sumatera dalam data perbandingan, nilai Jambi lebih tinggi dibandingkan Bengkulu sebesar 249,06 Rp miliar, namun lebih rendah dibandingkan Kepulauan Bangka Belitung? Tidak, wait Kepulauan Bangka Belitung nilai kuartal terakhir adalah 483,25 Rp miliar, jadi Jambi lebih tinggi sebesar 68,19 Rp miliar. Ranking provinsi ini di pulau Sumatera tetap di peringkat 8, tidak mengalami perubahan dari kuartal sebelumnya, yang menunjukkan bahwa posisi sektor ini di Jambi tetap stabil dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama.
Nusa Tenggara Barat
Provinsi Nusa Tenggara Barat berada di peringkat 2 di pulau Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 23 secara nasional untuk indikator PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum pada kuartal terakhir, dengan nilai sebesar 467,74 Rp miliar. Pertumbuhan provinsi ini sebesar 17,83% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang merupakan pertumbuhan tertinggi di antara provinsi dalam data perbandingan. Besar selisih nilai dengan kuartal sebelumnya adalah 70,79 Rp miliar, yang menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Nilai kuartal terakhir ini lebih tinggi dari rata-rata tiga kuartal terakhir sebesar 461,04 Rp miliar, yang menunjukkan bahwa sektor ini di Nusa Tenggara Barat mengalami perkembangan pesat. Dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, nilai Nusa Tenggara Barat lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Utara sebesar 149,89 Rp miliar dan Bengkulu sebesar 165,36 Rp miliar, namun lebih rendah dibandingkan Kalimantan Tengah sebesar 91,69 Rp miliar. Ranking provinsi ini di pulau Nusa Tenggara dan Bali tetap di peringkat 2, menunjukkan bahwa sektor ini menjadi salah satu yang berkembang paling baik di pulau tersebut.
Kalimantan Utara
Provinsi Kalimantan Utara berada di peringkat 5 di pulau Kalimantan dan peringkat 24 secara nasional untuk indikator PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum pada kuartal terakhir, dengan nilai sebesar 317,85 Rp miliar. Pertumbuhan provinsi ini sebesar 5,17% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima kuartal terakhir sebesar 3,1%. Besar selisih nilai dengan kuartal sebelumnya adalah 15,63 Rp miliar, yang menunjukkan kenaikan cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Nilai kuartal terakhir ini lebih tinggi dari rata-rata tiga kuartal terakhir sebesar 314,93 Rp miliar, yang menunjukkan bahwa sektor ini di Kalimantan Utara mengalami perkembangan yang stabil. Dibandingkan provinsi lain di pulau Kalimantan dalam data perbandingan, nilai Kalimantan Utara lebih rendah dibandingkan Kalimantan Tengah sebesar 241,58 Rp miliar, namun lebih tinggi dibandingkan provinsi lain seperti Bengkulu sebesar 15,47 Rp miliar. Ranking provinsi ini di pulau Kalimantan tetap di peringkat 5, tidak mengalami perubahan dari kuartal sebelumnya, yang menunjukkan bahwa posisi sektor ini di Kalimantan Utara tetap stabil dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama.
Bengkulu
Provinsi Bengkulu berada di peringkat 10 di pulau Sumatera dan peringkat 25 secara nasional untuk indikator PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum pada kuartal terakhir, dengan nilai sebesar 302,38 Rp miliar. Pertumbuhan provinsi ini sebesar 11,78% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang merupakan pertumbuhan tertinggi kedua di antara provinsi dalam data perbandingan. Besar selisih nilai dengan kuartal sebelumnya adalah 31,87 Rp miliar, yang menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Nilai kuartal terakhir ini lebih tinggi dari rata-rata tiga kuartal terakhir sebesar 282,3 Rp miliar, yang menunjukkan bahwa sektor ini di Bengkulu mengalami pemulihan yang pesat. Dibandingkan provinsi lain di pulau Sumatera dalam data perbandingan, nilai Bengkulu lebih rendah dibandingkan Jambi sebesar 249,06 Rp miliar dan Kepulauan Bangka Belitung sebesar 180,87 Rp miliar. Ranking provinsi ini di pulau Sumatera tetap di peringkat 10, tidak mengalami perubahan dari kuartal sebelumnya, yang menunjukkan bahwa posisi sektor ini di Bengkulu tetap menjadi yang terendah di pulau Sumatera dalam data perbandingan.