Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan Provinsi Papua pada tahun 2024 sebesar 4.11 Persen, mengalami penurunan sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 5.22 Persen. Secara historis, pertumbuhan ekonomi Papua mengalami fluktuasi yang signifikan dari tahun 2011 hingga 2024: pada 2020 terjadi penurunan terendah turun 15.74 Persen, sementara kenaikan tertinggi tercatat pada 2022 sebesar 15.16 Persen. Dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir (2021-2023) yang mencapai 8.84 Persen, nilai 2024 lebih rendah, namun lebih tinggi dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2019-2023) yang sebesar 3.2 Persen. Ranking pertumbuhan ekonomi Papua pada 2024 berada di posisi 5 di Pulau Papua dan posisi 34 se-Indonesia, turun dari posisi 8 se-Indonesia pada tahun 2023.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Pacitan)
Perkembangan historis pertumbuhan ekonomi Papua menunjukkan bahwa pada tahun 2020 terjadi anomali yang jelas: nilai pertumbuhan turun drastis dari 7.32 Persen pada 2019 menjadi -15.74 Persen, dengan selisih nilai dibanding tahun sebelumnya turun 23.06 Persen. Setelah itu, pertumbuhan pulih sedikit pada 2021 sebesar 2.39 Persen, lalu mengalami kenaikan signifikan pada 2022 menjadi 15.16 Persen. Tahun 2023, pertumbuhan turun sedikit menjadi 8.97 Persen, dan tahun 2024 kembali turun sedikit menjadi 4.11 Persen. Secara ranking di Pulau Papua, posisi Papua turun dari 1 pada 2023 menjadi 5 pada 2024, menunjukkan bahwa provinsi lain di pulau tersebut memiliki pertumbuhan yang lebih baik pada tahun ini.
Dibandingkan provinsi lain di Pulau Papua, pertumbuhan ekonomi Papua pada 2024 (4.11 Persen) lebih rendah dibanding Provinsi Papua Tengah yang mencapai 4.36 Persen, namun lebih tinggi dibanding Provinsi Papua Barat Daya yang sebesar 3.6 Persen. Secara nasional, ranking Papua pada posisi 34 lebih rendah dibanding Papua Tengah (posisi31), Sumatera Barat (posisi31), Gorontalo (posisi33), dan Nusa Tenggara Timur (posisi35), namun lebih tinggi dibanding Riau (posisi37). Nilai pertumbuhan Papua pada 2024 juga lebih tinggi dibanding Riau yang hanya 3.52 Persen, namun lebih rendah dibanding Nusa Tenggara Timur yang mencapai 3.73 Persen.
Papua Tengah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan Provinsi Papua Tengah pada tahun terakhir sebesar 4.36 Persen, mengalami penurunan sedikit dibanding tahun sebelumnya dengan selisih nilai turun 0.26 Persen. Secara historis, nilai dua tahun sebelumnya sebesar 4.36 Persen, sehingga pertumbuhan dibanding dua tahun sebelumnya turun 5.63 Persen. Ranking pertumbuhan ekonomi Papua Tengah berada di posisi4 di Pulau Papua dan posisi31 se-Indonesia, menunjukkan bahwa provinsi ini memiliki performa pertumbuhan yang lebih baik dibanding sebagian besar provinsi di Indonesia. Dibanding Provinsi Papua, pertumbuhan Papua Tengah lebih tinggi sebesar 0.25 Persen, dan rankingnya juga lebih tinggi di tingkat nasional dan pulau. Nilai ini menunjukkan bahwa Papua Tengah mampu mempertahankan pertumbuhan yang stabil meskipun mengalami penurunan sedikit dibanding periode sebelumnya.
Sumatera Barat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan Provinsi Sumatera Barat pada tahun terakhir sebesar 4.36 Persen, sama dengan nilai tahun sebelumnya. Secara historis, nilai dua tahun sebelumnya sebesar 4.36 Persen, sehingga pertumbuhan dibanding dua tahun sebelumnya turun 8.22 Persen. Ranking pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat berada di posisi8 di Pulau Sumatera dan posisi31 se-Indonesia, sama dengan ranking Papua Tengah di tingkat nasional. Dibanding Provinsi Papua, pertumbuhan Sumatera Barat lebih tinggi sebesar 0.25 Persen, dan rankingnya juga lebih tinggi di tingkat nasional. Nilai selisih pertumbuhan dengan tahun sebelumnya turun 0.26 Persen, menunjukkan bahwa pertumbuhan Sumatera Barat mengalami penurunan sedikit dibanding periode sebelumnya, namun tetap berada pada level yang sama dengan tahun sebelumnya. Provinsi ini juga memiliki performa yang lebih baik dibanding sebagian besar provinsi di Pulau Sumatera lainnya dalam kelompok perbandingan.
(Baca: Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan yang Memiliki Akses Internet Periode 2015-2023)
Gorontalo
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan Provinsi Gorontalo pada tahun terakhir sebesar 4.13 Persen, mengalami penurunan sedikit dibanding tahun sebelumnya dengan selisih nilai turun 0.37 Persen. Secara historis, nilai dua tahun sebelumnya sebesar 4.03 Persen, sehingga pertumbuhan dibanding dua tahun sebelumnya sebesar 7.49 Persen. Ranking pertumbuhan ekonomi Gorontalo berada di posisi6 di Pulau Sulawesi dan posisi33 se-Indonesia, lebih tinggi dibanding Provinsi Papua yang berada di posisi34. Dibanding Provinsi Papua, pertumbuhan Gorontalo lebih tinggi sebesar 0.02 Persen, dan rankingnya juga lebih baik di tingkat nasional. Nilai pertumbuhan ini menunjukkan bahwa provinsi ini mengalami penurunan sedikit dibanding tahun sebelumnya, namun masih mampu mempertahankan level pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding dua tahun sebelumnya. Gorontalo juga memiliki performa yang stabil di antara provinsi di Pulau Sulawesi dalam kelompok perbandingan.
Nusa Tenggara Timur
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun terakhir sebesar 3.73 Persen, mengalami kenaikan sedikit dibanding tahun sebelumnya dengan selisih nilai sebesar 0.26 Persen. Secara historis, nilai dua tahun sebelumnya sebesar 3.08 Persen, sehingga pertumbuhan dibanding dua tahun sebelumnya sebesar 7.49 Persen. Ranking pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur berada di posisi3 di Pulau Nusa Tenggara dan Bali serta posisi35 se-Indonesia, lebih rendah dibanding Provinsi Gorontalo namun lebih tinggi dibanding Riau. Dibanding Provinsi Papua, pertumbuhan Nusa Tenggara Timur lebih rendah sebesar 0.38 Persen, namun rankingnya hanya satu posisi di bawah Papua di tingkat nasional. Nilai pertumbuhan ini menunjukkan bahwa provinsi ini mengalami pemulihan sedikit setelah periode sebelumnya, dan mampu meningkatkan pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya. Nusa Tenggara Timur juga memiliki performa yang lebih baik dibanding sebagian besar provinsi di Pulau Nusa Tenggara dalam kelompok perbandingan.
Riau
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan Provinsi Riau pada tahun terakhir sebesar 3.52 Persen, mengalami penurunan sedikit dibanding tahun sebelumnya dengan selisih nilai turun 0.69 Persen. Secara historis, nilai dua tahun sebelumnya sebesar 4.55 Persen, sehingga pertumbuhan dibanding dua tahun sebelumnya turun 16.39 Persen. Ranking pertumbuhan ekonomi Riau berada di posisi9 di Pulau Sumatera dan posisi37 se-Indonesia, menjadi provinsi dengan ranking terendah di antara provinsi yang dibandingkan. Dibanding Provinsi Papua, pertumbuhan Riau lebih rendah sebesar 0.59 Persen, dan rankingnya juga lebih rendah di tingkat nasional. Nilai pertumbuhan ini menunjukkan bahwa provinsi ini mengalami penurunan yang lebih signifikan dibanding tahun sebelumnya dan dua tahun sebelumnya. Riau juga memiliki performa terendah di antara provinsi di Pulau Sumatera dalam kelompok perbandingan, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi provinsi ini masih menghadapi tantangan untuk pulih ke level sebelumnya.