PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Korea Selatan 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 12/01/2026 09:48 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Korea Selatan 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Korea Selatan pada 2024 berada di angka 785.64 Unit. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 1.6% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, perlu dicatat bahwa angka ini masih di bawah nilai pada 2015 yang mencapai 861.19 Unit.

Dalam tiga tahun terakhir, PDB PPP Korea Selatan menunjukkan tren penurunan. Pada 2022, nilainya 786.18 Unit, kemudian turun menjadi 773.29 Unit pada 2023. Kenaikan 1.6% pada 2024 memberikan sedikit harapan setelah penurunan yang konsisten. Pertumbuhan PDB tahunan mengalami kontraksi turun 4.97% pada 2022 dan -1.64% pada 2023, sebelum akhirnya mencatatkan pertumbuhan positif di 2024.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Iran (Republik Islam) 2015 - 2024)

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Korea Selatan terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Jika dibandingkan dengan rata-rata PDB PPP Korea Selatan dalam tiga tahun terakhir (2021-2023) yaitu sekitar 795.58 Unit, angka 2024 masih lebih rendah. Begitu juga jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) yaitu sekitar 814.71 Unit. Ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi Korea Selatan belum sepenuhnya pulih ke level sebelum pandemi.

Kenaikan tertinggi PDB PPP Korea Selatan dalam periode data ini terjadi pada 2017 dengan nilai 872.62 Unit, sementara titik terendah terjadi pada 2023 dengan nilai 773.29 Unit. Anomali penurunan tajam terjadi pada periode 2022 dan 2023, yang belum pernah terjadi dalam 10 tahun terakhir. Penurunan ini mengindikasikan adanya tekanan ekonomi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam hal ranking regional di Asia, Korea Selatan berada di posisi ke-3 pada tahun 2024. Peringkat ini sama dengan tahun sebelumnya. Peringkat ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan ekonomi, Korea Selatan masih menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama di Asia.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Argentina 2015 - 2024)

IMF memproyeksikan PDB PPP Korea Selatan akan terus menurun hingga 2030. Angka proyeksi menunjukkan penurunan dari 775.488 Unit pada 2025 menjadi 769.604 Unit pada 2030. Pertumbuhan PDB tahunan juga diproyeksikan negatif selama periode ini, dengan kontraksi turun 1.29% pada 2025. Proyeksi ini mengkhawatirkan, karena menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Korea Selatan mungkin akan memburuk dalam beberapa tahun mendatang.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, berdasarkan data PDB harga berlaku, Korea Selatan jauh tertinggal dari Tiongkok yang mencapai 3365.594 Unit. Korea Selatan juga masih di bawah India dengan nilai 1187.784 Unit dan Jepang dengan 93.32 Unit.

Data Populer

Loading...