PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Korea Selatan 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 09/01/2026 09:32 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Korea Selatan 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Korea Selatan pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 785.64 Unit. Angka ini menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 773.29 Unit, menandakan adanya pemulihan ekonomi.

Secara historis, PDB PPP Korea Selatan menunjukkan tren yang fluktuatif. Sempat mencapai puncak pada tahun 2017 dengan nilai 872.62 Unit, kemudian mengalami penurunan hingga mencapai titik terendah dalam satu dekade terakhir pada tahun 2023. Fluktuatif, berarti dalam periode waktu tertentu, nilai PDB PPP Korea Selatan mengalami perubahan yang tidak konsisten, kadang naik dan kadang turun.

(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah Periode 2004 - 2024)

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Korea Selatan terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), PDB PPP Korea Selatan menunjukkan pemulihan setelah mengalami penurunan signifikan. Pertumbuhan PDB tahunan pada periode ini adalah -4.97% (2022), -1.64% (2023), dan 1.6% (2024).

Jika dibandingkan dengan rata-rata PDB PPP dalam tiga tahun terakhir, nilai tahun 2024 lebih tinggi. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023), nilai 2024 masih lebih rendah. Ini menandakan bahwa pemulihan ekonomi belum sepenuhnya mencapai level sebelum penurunan yang terjadi.

Kenaikan tertinggi dalam periode yang dianalisis terjadi pada tahun 2016 dengan pertumbuhan 1.1%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2022 dengan kontraksi turun 4.97%. Penurunan ini bisa menjadi anomali jika dibandingkan dengan data 10 tahun terakhir, yang menunjukkan stabilitas relatif sebelum periode ini. Kontraksi turun 4.97% menunjukkan bahwa terjadi penurunan yang cukup signifikan dalam aktivitas ekonomi yang diukur oleh PDB PPP.

(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Nunukan 2018 - 2024)

Dari segi peringkat regional, Korea Selatan berada di posisi ke-3 di Asia, sama dengan posisi tahun sebelumnya. Peringkat ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi fluktuasi PDB PPP, posisi relatif Korea Selatan dalam konteks regional tetap stabil.

Proyeksi IMF menunjukkan bahwa PDB PPP Korea Selatan akan terus mengalami penurunan hingga tahun 2030. Pada tahun 2025 proyeksi menunjukkan 775.488, dan pada tahun 2030 menjadi 769.604. Proyeksi ini mengindikasikan bahwa pemulihan yang terjadi pada tahun 2024 mungkin tidak berkelanjutan dan ekonomi Korea Selatan dapat menghadapi tantangan lebih lanjut di masa depan. Sebagai perbandingan, di antara negara-negara lain di Asia, Cina (RRC - Tiongkok) memiliki PDB PPP terbesar dengan 3365.594 unit, sementara Pakistan mencatatkan pertumbuhan PDB PPP yang signifikan sebesar 19.85%.

Data Populer

Loading...