PDB Paritas Daya Beli (PPP) Iran (Republik Islam) 2015 - 2024
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Iran pada 2024 mencapai 118411.24 Unit. Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan PDB PPP Iran terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), PDB PPP Iran mengalami pertumbuhan yang kuat. Nilai PDB PPP melonjak dari 50488.17 Unit pada 2021 menjadi 70968.14 Unit pada 2022, kemudian meningkat menjadi 89391.69 Unit pada 2023, dan mencapai 118411.24 Unit pada 2024. Rata-rata pertumbuhan PDB PPP selama periode ini menunjukkan peningkatan yang signifikan.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Argentina 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Iran (Republik Islam) terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir (2019-2023), pertumbuhan PDB PPP Iran pada tahun 2024 menunjukkan peningkatan. Pertumbuhan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir terjadi pada tahun 2021 dengan 53.21%, diikuti oleh 2022 sebesar 40.56%. Pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2016 dengan 8.37%. Anomali terlihat pada tahun 2021, di mana terjadi lonjakan pertumbuhan yang sangat tinggi.
PDB PPP Iran mengalami fluktuasi yang signifikan dalam sepuluh tahun terakhir. Tahun 2016 mencatat pertumbuhan terendah, sementara tahun 2021 mengalami lonjakan pertumbuhan yang luar biasa. Fluktuasi ini mencerminkan dinamika ekonomi Iran yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal.
Berdasarkan data IMF, Iran tetap menduduki peringkat pertama di regional Timur Tengah dalam hal PDB PPP. Peringkat ini konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan stabilitas posisi ekonomi Iran di kawasan tersebut.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kota Padang 2018 - 2024)
IMF memproyeksikan PDB PPP Iran akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Proyeksi untuk tahun 2025 adalah 165353.935 Unit, dan pada tahun 2030 mencapai 565231.89 Unit. Pertumbuhan yang diproyeksikan ini menunjukkan prospek ekonomi Iran yang positif. Namun, perlu diperhatikan bahwa proyeksi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan politik.
Jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan Timur Tengah, pertumbuhan PDB PPP Iran cukup signifikan. Libanon mengalami pertumbuhan PDB PPP sebesar 30.01%, sementara Yaman mengalami pertumbuhan 30.87%. Namun, beberapa negara lain mengalami kontraksi, seperti Irak (-1.50%), Kuwait (-2.99%), Oman (-3.11%), Arab Saudi (-2.03%), Bahrain (-3.49%), dan Uni Emirat Arab (-1.69%). Kontraksi ini mengindikasikan penurunan aktivitas ekonomi dan daya beli di negara-negara tersebut.