- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat data PDB Paritas Daya Beli Iran tahun 2024 mencapai 118411,24 unit. Angka ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 32,46% dibanding posisi akhir 2023. Selama tiga tahun terakhir yaitu 2022, 2023 dan 2024, tercatat pertumbuhan konsisten positif tanpa pernah terjadi kontraksi sama sekali, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan pada periode tiga tahun terakhir mencapai 33 persen.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Iran (Republik Islam) terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kota Yogyakarta Rp.140,64 Juta Data per 2025)
Nilai pertumbuhan 2024 sebesar 32,46% berada sedikit dibawah rata-rata tiga tahun terakhir, namun justru 11,7 poin persen lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir periode 2020 hingga 2024 yang hanya mencapai 20,76 persen. Hal ini menunjukkan kinerja ekonomi tiga tahun terakhir secara keseluruhan jauh lebih baik dibanding periode lima tahun sebelumnya.
Sepanjang 10 tahun data historis tercatat, kenaikan tertinggi pertumbuhan PDB PPP Iran terjadi pada tahun 2021 dengan angka pertumbuhan tahunan 53,21 persen. Sementara satu-satunya kontraksi yaitu penurunan nilai PDB secara tahunan hanya terjadi satu kali pada tahun 2015 dengan penurunan sebesar 0,72 persen, dan setelah tahun tersebut tidak pernah lagi tercatat penurunan nilai sampai tahun 2024.
Kondisi fluktuatif pertumbuhan yang terjadi pada Iran artinya selama 9 tahun berturut-turut selalu terjadi kenaikan, namun besaran persentase kenaikan setiap tahunnya tidak stabil, pernah naik hingga 53 persen, pernah juga turun ke angka 25 persen, namun tidak pernah masuk zona negatif. Tidak ditemukan anomali nilai diluar pola kenaikan berkelanjutan ini sepanjang periode data 10 tahun terakhir.
Berdasarkan peringkat regional wilayah Timur Tengah, Iran mempertahankan posisi peringkat 1 terbesar nilai PDB PPP secara berturut-turut sejak tahun 2015 sampai dengan data 2024. Tidak ada pergeseran peringkat sama sekali selama 10 tahun terakhir, posisi Iran tetap berada diatas seluruh negara lain di wilayah timur tengah.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Kepulauan Marshall 2024)
IMF juga merilis proyeksi sampai tahun 2030, dimana diproyeksikan pertumbuhan PDB PPP Iran akan tetap positif seluruh tahunnya, dimulai dengan 39,64 persen pada 2025, kemudian secara bertahap akan melandai sampai angka 22,42 persen pada tahun 2030. Proyeksi ini menunjukkan kondisi ekonomi akan terus membaik dibanding data 2024, tidak diproyeksikan terjadi kontraksi sama sekali sampai akhir dekade.
Jika dibandingkan negara lain di wilayah yang sama, posisi Iran berada jauh diatas negara dengan peringkat terendah yaitu Bahrain di peringkat 12, dan juga mengungguli seluruh negara lain termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Israel. Hanya Libanon yang mencatatkan pertumbuhan PDB PPP diatas 30 persen selain Iran pada data tahun terakhir, seluruh negara lain bahkan mayoritas mencatatkan pertumbuhan negatif.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.959 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |