Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Padang pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp68.861 per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 15,4% dibandingkan tahun 2023, yang berada di angka Rp59.657 per kapita per bulan, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Dibandingkan dengan data historis, pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Padang cenderung fluktuatif selama periode 2018-2024. Tahun 2018, pengeluaran tercatat sebesar Rp63.250, kemudian mengalami penurunan signifikan turun 24% pada tahun 2019 menjadi Rp48.053. Namun, terjadi kenaikan kembali sebesar 21.1% pada tahun 2020 menjadi Rp58.178, dan terus meningkat hingga mencapai Rp67.525 pada tahun 2022. Meskipun sempat sedikit menurun pada tahun 2023, pengeluaran kembali tumbuh pada tahun 2024.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi di Sumatera Selatan 2010 - 2024)
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yaitu Rp295.298, pengeluaran untuk perawatan kulit hanya menyumbang sekitar 23,3%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi yaitu Rp334.040, pengeluaran untuk perawatan kulit hanya sekitar 20,6%. Angka ini menunjukkan bahwa pengeluaran untuk perawatan kulit masih merupakan bagian kecil dari total pengeluaran masyarakat.
Kota Padang berada di peringkat 4 untuk pengeluaran perawatan kulit di antara kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2024. Kabupaten Tanah Datar menempati peringkat pertama dengan pengeluaran Rp77.227, diikuti Kota Padang Panjang (Rp73.755) dan Kota Payakumbuh (Rp71.951). Secara nasional, Kota Padang berada di peringkat 152 untuk pengeluaran perawatan kulit.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat beberapa kabupaten/kota lain di Sumatera Barat dengan data perbandingan pengeluaran perawatan kulit. Kabupaten Tanah Datar mencatatkan pengeluaran untuk perawatan kulit tertinggi di provinsi itu, yaitu Rp77.227 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan signifikan sebesar 54,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Padang Panjang berada di urutan kedua dengan pengeluaran Rp73.755, tumbuh 18,2%. Kota Payakumbuh mengalami penurunan pengeluaran turun 17,7%, dengan nilai Rp71.951. Kota Sawahlunto juga mengalami penurunan turun 18.3% dengan nilai Rp67.678. Kota Pariaman mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 32.6% dengan nilai Rp64.527.
Kota Bukit Tinggi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Bukit Tinggi pada tahun 2024 mencapai Rp962.655, meningkat 11,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp862.064,53. Kota Bukit Tinggi menempati peringkat pertama se-kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat untuk kategori ini.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Tengah 2024 - 2024)
Kota Padang Panjang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan makanan di Kota Padang Panjang pada tahun 2024 mencapai Rp1.239.644, meningkat signifikan sebesar 63,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp757.013,18. Kota Padang Panjang menempati peringkat pertama se-kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat untuk kategori ini.
Kota Sawahlunto
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total pengeluaran per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) di Kota Sawahlunto pada tahun 2024 mencapai Rp1.758.437, meningkat 20,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.455.587,48. Kota Sawahlunto menempati peringkat ketiga se-kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat untuk kategori ini.