Pengeluaran Perawatan Kulit di Kota Padang Meningkat Signifikan di Tahun 2024Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Padang mencapai Rp68.861 per kapita per bulan pada tahun 2024.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 15,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi di di Sumatera Barat 2015 - 2024)
Namun, pengeluaran ini masih sebagian kecil dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yang mencapai Rp295.298.
Artinya, alokasi dana untuk perawatan kulit hanya sekitar 23,3% dari total pengeluaran konsumsi masyarakat Kota Padang.Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Padang mengalami fluktuasi selama periode 2018-2024.
Sempat mengalami penurunan sebesar 24% pada tahun 2019, kemudian naik 21,1% di tahun 2020.
Setelah itu terus meningkat hingga 2022, namun kembali sedikit turun di tahun 2023.
Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2024, menunjukkan minat masyarakat yang semakin besar terhadap perawatan kulit.Secara peringkat, Kota Padang berada di urutan ke-4 di antara kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Barat dalam hal pengeluaran untuk perawatan kulit pada tahun 2024.
Secara nasional, Kota Padang berada di peringkat 152.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Barat, pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Padang masih lebih rendah dibandingkan Kabupaten Tanah Datar (Rp77.227), Kota Padang Panjang (Rp73.755), dan Kota Payakumbuh (Rp71.951).Beberapa kabupaten/kota lain menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam pengeluaran untuk perawatan kulit.
Kabupaten Tanah Datar mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu 54,6%, diikuti oleh Kota Pariaman (32,6%).
Sementara itu, beberapa daerah lain mengalami penurunan, seperti Kota Payakumbuh (-17,7%) dan Kota Sawahlunto (-18,3%).
Perbedaan ini menggambarkan preferensi dan prioritas konsumsi yang berbeda di setiap daerah.#### Kota Bukit TinggiRata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Bukit Tinggi menunjukkan pertumbuhan yang positif.
(Baca: Produksi Tomat Periode 2013-2024)
Nilai sebelumnya sebesar Rp862.064,53 meningkat menjadi Rp962.655 pada tahun 2024, mencerminkan pertumbuhan sebesar 11,7%.
Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi masyarakat terhadap barang dan jasa di luar kebutuhan pokok makanan.
Dengan pencapaian ini, Kota Bukit Tinggi menduduki peringkat pertama se-kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat dalam kategori pengeluaran bukan makanan.#### Kota Padang PanjangPengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Padang Panjang pada tahun 2024 mencapai Rp2.182.054.
Nilai ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.828.508, mencerminkan pertumbuhan sebesar 19,3%.
Pertumbuhan ini menempatkan Kota Padang Panjang sebagai wilayah dengan tingkat pengeluaran tertinggi untuk kategori ini di Sumatera Barat.
Kondisi ini mengindikasikan daya beli masyarakat yang kuat serta prioritas konsumsi yang seimbang antara kebutuhan makanan dan non-makanan.#### Kota SawahluntoPengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan di Kota Sawahlunto menunjukkan tren yang positif dengan nilai Rp882.314 pada tahun 2024.
Angka ini mengalami peningkatan sebesar 21,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp724.388,25.
Pertumbuhan ini menempatkan Kota Sawahlunto pada peringkat ke-3 dalam hal pengeluaran makanan di antara kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Peningkatan ini mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan pokok makanan sehari-hari.#### Kabupaten DharmasrayaRata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Dharmasraya mencapai Rp878.174 pada tahun 2024, meningkat 24,4% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp705.833,14.
Dengan peningkatan ini, Kabupaten Dharmasraya menempati peringkat ke-4 se-kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat dalam kategori pengeluaran untuk makanan.
Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat Dharmasraya terhadap makanan mengalami peningkatan yang signifikan.
Peningkatan pengeluaran ini bisa menjadi indikasi perbaikan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.