Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja di sektor jasa keuangan dan asuransi di perkotaan dan perdesaan Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2024 sebanyak 20.398 pekerja. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 36,57% dibandingkan tahun 2023, yaitu sebanyak 32.160 pekerja, atau selisih penurunan 11.762 pekerja. Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang sebesar 25.358 pekerja, jumlah pekerja pada tahun 2024 mengalami penurunan.
Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) yang sebesar 25.373 pekerja, penurunan pada tahun 2024 juga terlihat. Penurunan ini merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir terjadi pada tahun 2023, yaitu sebesar 40,05%. Secara keseluruhan, data menunjukkan kondisi yang fluktuatif, dengan kenaikan signifikan di beberapa tahun yang disusul dengan penurunan tajam di tahun berikutnya.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Ngada pada 2024)
Secara ranking di Pulau Sumatera, Sumatera Barat menempati urutan ke-3 pada tahun 2024. Sementara secara nasional, Sumatera Barat berada pada peringkat ke-14. Nilai ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2023, di mana Sumatera Barat berada di peringkat ke-2 di pulau Sumatera dan ke-9 secara nasional.
Kenaikan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir terjadi pada tahun 2023 dengan penambahan 9.196 pekerja. Sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2022 dengan penambahan hanya 14 pekerja. Penurunan signifikan pada tahun 2024 menjadi anomali tersendiri, mengingat adanya pertumbuhan yang cukup tinggi pada tahun sebelumnya.
Anomali ini dapat dilihat dari perbandingan dengan kondisi tiga tahun terakhir (2021-2023), di mana terjadi peningkatan jumlah pekerja. Penurunan yang signifikan pada tahun 2024 perlu ditelaah lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya, apakah terkait dengan kondisi ekonomi global, kebijakan pemerintah daerah, atau faktor lainnya.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menempati urutan ke-3 di pulau Nusa Tenggara dan Bali dan peringkat ke-11 secara nasional. Provinsi ini mencatatkan jumlah pekerja di sektor jasa keuangan dan asuransi sebanyak 27.226 pekerja. Meskipun demikian, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 3.6% atau sebesar 1.018 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata nilai pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren penurunan, yang mengindikasikan perlunya perhatian lebih lanjut untuk menjaga stabilitas sektor ini di Nusa Tenggara Barat.
(Baca: Kredit Bank Umum Lapangan Usaha Pertanian, Perburuan dan Kehutanan Periode 2015-2025)
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menempati urutan ke-6 di pulau Jawa dan peringkat ke-12 secara nasional, dengan jumlah pekerja sebanyak 23.005 pekerja. Provinsi ini mengalami penurunan sebesar 11.13% dibandingkan tahun sebelumnya atau sebesar 2.880 pekerja, dengan rata-rata pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Data ini menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan dan asuransi di DI Yogyakarta perlu dievaluasi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan tersebut dan mencari solusi untuk meningkatkan kinerja sektor ini.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati urutan ke-2 di pulau Sumatera dan peringkat ke-13 secara nasional. Provinsi ini mencatatkan jumlah pekerja di sektor jasa keuangan dan asuransi sebanyak 22.953 pekerja. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 17.04% dibandingkan tahun sebelumnya atau sebesar 4.716 pekerja. Data ini menunjukkan Sumatera Selatan perlu melakukan evaluasi mendalam untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi penurunan ini dan merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja sektor jasa keuangan dan asuransi.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur berada pada urutan ke-2 di pulau Kalimantan dan peringkat ke-15 secara nasional dengan jumlah pekerja sebanyak 20.050 orang. Terjadi penurunan sebesar 14.8% dibandingkan tahun sebelumnya atau sebesar 3.483 pekerja. Penurunan ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah, yang perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk memulihkan dan meningkatkan pertumbuhan sektor jasa keuangan dan asuransi di Kalimantan Timur.
Riau
Riau berada pada urutan ke-4 di pulau Sumatera dan peringkat ke-16 secara nasional. Provinsi ini mencatat jumlah pekerja sebanyak 18.915, menunjukkan penurunan signifikan sebesar 39.7% dibandingkan tahun sebelumnya atau sebesar 12.455 pekerja. Penurunan ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah untuk mengidentifikasi penyebab utama dan merancang kebijakan yang efektif untuk mendorong pertumbuhan sektor jasa keuangan dan asuransi di Riau.
Kep. Riau
Kepulauan Riau berada pada urutan ke-5 di pulau Sumatera dan peringkat ke-17 secara nasional dengan jumlah pekerja di sektor jasa keuangan dan asuransi sebanyak 18.351. Provinsi ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebesar 186.6% dibandingkan tahun sebelumnya atau sebesar 11.948 pekerja. Pertumbuhan tinggi ini menjadikan Kepulauan Riau sebagai salah satu provinsi dengan kinerja terbaik di sektor ini, yang menunjukkan efektivitas kebijakan dan strategi yang diterapkan di wilayah tersebut.