Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Ngada, pada 2024 mencapai Rp4,47 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,67% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp4,11 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 1,13%.
(Baca: Pendapatan Asli Daerah Periode 2013-2025)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 171,87 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp25.672 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 462.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Ngada merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp1,57 jutajuta. Nominal ini tumbuh 1,43% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,45 jutajuta.
Selanjutnya di posisi kedua adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 5,59% menjadi Rp829,94 ribujuta, sektor konstruksi tumbuh 3,85% menjadi Rp561,92 ribujuta.
(Baca: Harga Daging Sapi di 10 Provinsi Ini Paling Mahal (Jumat, 9 Januari 2026))
Terakhir, PDRB di Kabupaten Ngada, untuk urutan lima besar adalah jasa keuangan dan asuransi dengan nilai Rp285,75 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 3,66% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp270,55 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Ngada pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Ngada ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 33,28%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Jasa Perusahaan.