Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Yapen Waropen, Papua, pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp199.792 per kapita per bulan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ini mengalami penurunan sebesar 24% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan pola konsumsi atau faktor ekonomi lain yang memengaruhi daya beli masyarakat Yapen Waropen. Pengeluaran tertinggi untuk aneka barang dan jasa terjadi pada tahun 2018 dengan nilai Rp378.781.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Bantul 3,62%)
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan (Rp18.306), makanan jadi (Rp67.696), perawatan (Rp70.996), rokok dan tembakau (Rp114.882), serta sabun mandi (Rp75.680), pengeluaran untuk aneka barang dan jasa masih menunjukkan proporsi yang signifikan dalam alokasi anggaran rumah tangga. Pada tahun 2024, Yapen Waropen menduduki peringkat ke-9 di antara kabupaten/kota se-Provinsi Papua untuk pengeluaran aneka barang dan jasa.
Secara nasional, kabupaten ini berada di peringkat ke-341. Peringkat ini menunjukkan bahwa pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Yapen Waropen masih perlu ditingkatkan untuk mencapai rata-rata nasional. Anomali terjadi pada tahun 2019 saat terjadi penurunan pengeluaran hingga 46,8%, tetapi kemudian naik lagi di tahun 2020 sebesar 31,7%.
Di antara kabupaten/kota lain di Papua, Kota Jayapura mencatatkan nilai pengeluaran tertinggi untuk aneka barang dan jasa pada tahun 2024, yaitu Rp440.784, meskipun mengalami penurunan sebesar 34.3% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Jayapura berada di urutan kedua dengan Rp374.727, juga mengalami penurunan sebesar 8.1%. Sementara itu, Kabupaten Keerom mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 47.2% dengan nilai Rp303.665. Kabupaten Kepulauan Yapen juga mengalami pertumbuhan tinggi, yaitu 61.2% dengan nilai Rp299.815. Kabupaten Supiori juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 19.3% dengan nilai Rp277.645.
Kota Jayapura
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Jayapura pada tahun 2024 mencapai Rp1.919.406, mengalami penurunan sebesar 23.6% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2.512.674. Meskipun mengalami penurunan, Kota Jayapura tetap menduduki peringkat pertama se-Provinsi Papua. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tercatat sebesar Rp1.131.493, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan, tercatat sebesar Rp787.913, yang juga menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Produksi Melon di Sumatera Barat | 2024)
Kabupaten Jayapura
Kabupaten Jayapura menunjukkan angka yang cukup tinggi dalam pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan. Pada tahun 2024, total pengeluaran mencapai Rp1.825.477, mengalami penurunan sebesar 24.9% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran bukan makanan, tercatat sebesar Rp859.295, mengalami pertumbuhan sebesar 13.8% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan pengeluaran untuk makanan mencapai Rp966.182, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 35.4%. Dengan demikian, Kabupaten Jayapura menduduki peringkat kedua se-Provinsi Papua dalam hal pengeluaran.
Kabupaten Keerom
Kabupaten Keerom mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan, yaitu sebesar 14.7%, mencapai Rp1.425.253 pada tahun 2024. Pengeluaran untuk bukan makanan juga mengalami pertumbuhan tinggi, mencapai 40.4%, dengan nilai Rp644.245. Pengeluaran untuk makanan juga meningkat, mencapai Rp781.008 atau sebesar 36.9%. Kenaikan ini menempatkan Kabupaten Keerom pada peringkat ketiga se-Provinsi Papua.