Kementerian Pertanian mencatat produksi melon di Sumatera Barat pada tahun 2024 sebesar 1747.7 ton. Data historis menunjukkan fluktuasi produksi yang signifikan. Pada tahun terakhir, produksi melon mengalami pertumbuhan sebesar 146.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jika melihat data 3 tahun terakhir, rata-rata produksi melon adalah 835.3 ton. Sedangkan jika melihat data 5 tahun terakhir, rata-rata produksi adalah 821.8 ton. Artinya, produksi melon pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan rata-rata 3 maupun 5 tahun terakhir.
Pertumbuhan produksi melon Sumatera Barat menunjukkan kondisi fluktuatif. Tahun 2021 sempat mencatatkan produksi melon tertinggi sebesar 2777 ton, diikuti penurunan tajam di tahun 2022 menjadi 1985 ton, lalu kembali turun di tahun 2023 menjadi 849 ton. Penurunan ini kemudian diikuti lonjakan signifikan di tahun 2024. Tahun 2024 menunjukkan angka produksi tertinggi kedua setelah tahun 2021. Kenaikan tertinggi sebelumnya terjadi pada tahun 2020, di mana produksi melon tumbuh sebesar 253.76%. Penurunan terendah terjadi di tahun 2013 dengan pertumbuhan -94.34%.
(Baca: Peringkat dan Jumlah Kunjungan Situs Olahraga Periode Agustus 2025)
Secara ranking, produksi melon Sumatera Barat pada tahun 2024 menduduki peringkat ke-3 di Pulau Sumatera dan peringkat ke-8 secara nasional. Nilai produksi tahun 2024 sebesar 1747.7 ton ini masih berada di bawah provinsi lain di Sumatera, seperti Sumatera Utara yang mencatatkan produksi 2642.45 ton dan menduduki peringkat ke-2 di pulau Sumatera serta peringkat ke-5 secara nasional.
Berikut perbandingan produksi melon beberapa provinsi lain:
Sumatera Utara
Sumatera Utara menempati posisi yang cukup baik dalam produksi melon di Pulau Sumatera dengan menduduki peringkat ke-2. Tercatat produksi melon di Sumatera Utara mencapai 2642.45 ton, dengan pertumbuhan sebesar 35.16%. Secara nasional, Sumatera Utara menduduki peringkat ke-5. Besaran angka ini menunjukkan kontribusi signifikan Sumatera Utara dalam produksi melon secara nasional.
(Baca: Top 10 Peringkat dan Jumlah Subscriber Mingguan)
Papua Tengah
Provinsi Papua Tengah menduduki peringkat pertama produksi melon di Pulau Papua dan peringkat ke-6 secara nasional. Angka ini menunjukkan potensi besar Papua Tengah dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya melon.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan produksi melon sebesar 1885.98 ton. Dengan nilai ini, NTB menempati peringkat pertama di wilayah Nusa Tenggara dan Bali, serta peringkat ke-7 secara nasional. Terjadi penurunan produksi turun 18.6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Riau
Provinsi Riau mencatatkan produksi melon sebesar 1628.2 ton dan menempati peringkat ke-4 di Pulau Sumatera dan peringkat ke-9 secara nasional. Riau mengalami penurunan produksi melon turun 8.99%. Meskipun mengalami penurunan, Riau tetap menjadi salah satu kontributor utama produksi melon di Sumatera.
Jawa Barat
Jawa Barat dengan produksi melon sebesar 1598.48 ton, berada di peringkat ke-4 di Pulau Jawa dan peringkat ke-10 secara nasional. Terjadi pertumbuhan produksi sebesar 34.67%. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pertanian melon di Jawa Barat.