- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data historis jumlah sekolah SMA Provinsi Papua Selatan menunjukkan catatan resmi baru mulai tahun 2023. Dari seluruh rentang tahun 2018 sampai 2022 tidak ada data tercatat, hingga pada tahun 2023 terdaftar 37 unit sekolah SMA, kemudian meningkat menjadi 40 unit pada tahun 2024. Terdapat penambahan sebanyak 3 unit sekolah dalam satu tahun. Secara nasional, provinsi ini konsisten berada di urutan ke-38 untuk indikator jumlah sekolah SMA pada tahun 2023 maupun 2024.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Timur 2018 - 2024)
Dari total 40 unit sekolah SMA tahun 2024, sebanyak 24 unit merupakan SMA Negeri dan 16 unit adalah SMA Swasta. Proporsi sekolah negeri mencapai 60% dari seluruh fasilitas pendidikan tingkat menengah atas di wilayah ini. Keduanya sama-sama mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya: SMA Negeri tumbuh 9,1% dengan penambahan 2 unit, sedangkan SMA Swasta tumbuh 6,7% dengan penambahan 1 unit sekolah.
BPS mencatat pada tahun 2023, jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Papua Selatan tercatat sebesar 27.690 jiwa. Angka ini menempatkan provinsi ini pada urutan ke-37 secara nasional untuk indikator tersebut. Hingga tahun 2024 data terbaru jumlah penduduk usia SMA belum dirilis, sehingga perbandingan rasio ketersediaan sekolah dan jumlah calon siswa masih merujuk pada catatan tahun 2023.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Riau 2018 - 2024)
Untuk tenaga pendidik, tahun 2024 tercatat ada total 926 guru SMA di seluruh wilayah provinsi. Jumlah ini hanya mengalami kenaikan 0,3% dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 923 guru. Secara perincian, tenaga pendidik di sekolah negeri tumbuh 2% menjadi 723 orang, sedangkan tenaga pendidik di sekolah swasta justru mengalami penurunan sebesar 5,1% menjadi 203 orang pada tahun 2024.
Pada tahun yang sama, jumlah total siswa SMA di provinsi ini mengalami pertumbuhan 7,3% menjadi 13.821 siswa. Meskipun penambahan unit sekolah swasta lebih rendah, pertumbuhan jumlah siswa di sekolah swasta justru mencatatkan angka jauh lebih tinggi yaitu 15,1% selama kurun waktu satu tahun.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.959 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |