- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat jumlah sekolah SMA di wilayah ini pada tahun 2024 mencapai 481 unit. Berdasarkan data historis selama 7 tahun terakhir, angka ini menunjukkan kenaikan berkelanjutan setelah sempat stagnan pada periode 2019-2021. Dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 467 unit, terjadi penambahan sebanyak 14 unit sekolah SMA selama satu tahun terakhir. Secara nasional, posisi Riau untuk jumlah sekolah SMA ini tetap berada di urutan ke-13 secara nasional selama empat tahun terakhir.
(Baca: Nilai Minimal Lolos Jalur Prestasi ke SMA Negeri 29 Garut SPMB 2026)
Dari total 481 unit sekolah SMA tahun 2024, sebanyak 321 unit merupakan SMA Negeri dan 160 unit merupakan SMA Swasta. Keduanya sama-sama mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya: SMA Negeri bertambah 8 unit atau tumbuh 2,6%, sedangkan SMA Swasta bertambah 6 unit atau tumbuh 3,9%. Secara proporsi, 66,7% seluruh sekolah SMA di Riau adalah sekolah negeri, sedangkan 33,3% merupakan sekolah swasta.
Untuk penduduk usia sekolah SMA 16-18 tahun, BPS mencatat pada tahun 2023 angka tersebut mencapai 377.350 jiwa, meningkat sekitar 19.450 jiwa dibandingkan tahun 2020. Selama periode pencatatan, Riau secara konsisten menempati urutan ke-10 secara nasional untuk jumlah populasi usia ini. Tren penambahan jumlah sekolah SMA yang terjadi hingga 2024 merupakan upaya mengakomodasi pertumbuhan populasi usia sekolah di wilayah ini.
(Baca: Statistik NPL Bank Umum Lapangan Usaha Perantara Keuangan Periode 2015-2026)
Pada sisi tenaga pendidik, total guru SMA di Riau tahun 2024 tercatat sebanyak 12.671 orang, mengalami kenaikan 2,4% atau bertambah 298 orang dibanding tahun 2023. Untuk tenaga pendidik di sekolah negeri tercatat sebanyak 10.597 orang dan tumbuh 3,1% setahun terakhir, sedangkan guru dan kepala sekolah di SMA Swasta justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,9% menjadi 2.074 orang pada tahun 2024.
Walaupun terjadi penambahan jumlah sekolah dan guru setiap tahun, data pendukung juga menunjukkan Angka Partisipasi Murni SMA Riau justru mengalami penurunan sebesar 4,1% pada tahun 2025 menjadi 65% dari sebelumnya 68%. Tren ini menjadi catatan penting walaupun ketersediaan sarana pendidikan SMA terus ditambah oleh pemerintah daerah.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |