Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Sarolangun, Jambi. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 8,74 persen, naik 0,38 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 28.080 jiwa, tumbuh 5,8 persen setahun terakhir, saat total penduduk kabupaten ini bertumbuh 2,63 persen menjadi 321.336 jiwa.
(Baca: 7,93% Penduduk di Kabupaten Sintang Masuk Kategori Miskin)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai tertinggi 20,25 persen pada tahun 2004, dan terendah 8,36 persen pada tahun 2024. Peringkat kemiskinan secara nasional berada di urutan 258 dari total 514 kabupaten kota di Indonesia, bergeser 36 peringkat lebih buruk dibandingkan posisi tahun 2024.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir tercatat 8,53 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada di angka 8,52 persen. Angka kemiskinan 2025 tercatat lebih tinggi dari kedua nilai rata-rata tersebut. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi tercatat 11,22 persen pada tahun 2013, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2008 turun 27,44 persen.
Kabupaten Batang Hari
Berada di peringkat 278 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 8,27 persen dengan penurunan sebesar 4,17 persen pada tahun terakhir. Total penduduk miskin tercatat 22.830 jiwa, garis kemiskinan berada di 622,44 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 89,31 juta rupiah per tahun yang tumbuh 7,55 persen setahun terakhir. Jumlah penduduk wilayah ini mengalami penurunan 10,24 persen menjadi 275.902 jiwa.
Kota Jambi
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mojokerto | 2004 - 2025)
Peringkat 298 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, angka tercatat 7,69 persen dengan penurunan sedikit 0,52 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 47.210 jiwa, menjadi yang terbanyak dibandingkan seluruh wilayah perbandingan. Garis kemiskinan berada di 773,12 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 73,34 juta rupiah per tahun tumbuh 6,24 persen, dengan total penduduk mencapai 613.540 jiwa.
Kabupaten Merangin
Menduduki peringkat 283 nasional untuk persentase kemiskinan, angka tercatat 8,07 persen dengan penurunan 3,93 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 32.380 jiwa, garis kemiskinan 629,00 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini mencapai 73,67 juta rupiah per tahun tumbuh 7,68 persen, dengan total penduduk tumbuh sedikit 0,97 persen menjadi 401.306 jiwa.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Peringkat 234 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,67 persen mengalami kenaikan 1,36 persen setahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 33.880 jiwa, garis kemiskinan 586,79 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita menjadi yang tertinggi di kelompok perbandingan sebesar 182,03 juta rupiah per tahun tumbuh 8,66 persen, dengan penduduk bertumbuh 3,97 persen menjadi 350.345 jiwa.
Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Berada di peringkat 223 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 9,96 persen dengan penurunan 1,78 persen pada tahun terakhir. Total penduduk miskin tercatat 21.540 jiwa, garis kemiskinan sebesar 601,10 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai 127,74 juta rupiah per tahun tumbuh 8,63 persen, sedangkan jumlah penduduk mengalami penurunan 11,72 persen menjadi 216.202 jiwa.