Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Mojokerto semester 2025. Persentase penduduk miskin mencapai 8,79 persen, turun 0,58 persen dibanding tahun sebelumnya dengan pertumbuhan minus 6,19 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 102.670 jiwa, berkurang 6.050 jiwa dari tahun 2024.
Sepanjang periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai angka tertinggi 16,9 persen pada tahun 2006. Angka terendah sepanjang catatan historis tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2007 sebesar minus 12,07 persen, sedangkan pertumbuhan kenaikan terbesar terjadi tahun 2006 sebesar 5,62 persen.
(Baca: Inflasi Tahunan Kota Bau Bau Juli 2026 3,74%, Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Jadi Pendorong)
Saat ini Kabupaten Mojokerto menempati peringkat 255 dari total 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Peringkat ini tidak mengalami pergeseran sejak tahun 2024. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir mencapai 9,32 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada di angka 9,67 persen.
Berikut perbandingan dengan kabupaten lain di Jawa Timur yang memiliki nilai persentase kemiskinan berdekatan:
Kabupaten Jember
Menempati peringkat 263 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 8,67 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 216.760 jiwa dengan pertumbuhan penurunan sebesar minus 3,57 persen. Garis kemiskinan wilayah ini berada pada 474,90 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 42,36 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kediri
Peringkat 230 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 9,81 persen. Wilayah ini mencatat pertumbuhan penurunan persentase kemiskinan sebesar minus 1,41 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan tercatat 419,49 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 34,50 juta rupiah per tahun.
(Baca: Statistik Tenaga Listrik yang Dibangkitkan Periode 2013-2024)
Kabupaten Lumajang
Menduduki peringkat 265 secara nasional, dengan persentase kemiskinan tercatat 8,60 persen. Penurunan persentase kemiskinan pada periode terakhir mencapai minus 0,58 persen. Garis kemiskinan wilayah ini berada pada 420,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 40,35 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Magetan
Peringkat 245 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 9,14 persen. Pertumbuhan penurunan kemiskinan pada periode terakhir mencapai minus 1,93 persen. Garis kemiskinan wilayah ini tercatat 470,41 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,26 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Malang
Menempati peringkat 256 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 8,78 persen. Pertumbuhan penurunan persentase kemiskinan pada periode terakhir mencapai minus 2,23 persen. Garis kemiskinan wilayah ini tercatat 436,15 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 54,52 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Ponorogo
Menduduki peringkat 252 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 8,86 persen. Pertumbuhan penurunan persentase kemiskinan pada periode terakhir mencapai minus 2,74 persen. Garis kemiskinan wilayah ini tercatat 428,18 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 30,01 juta rupiah per tahun.