10.457 Hotspot Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Sabtu, 26 September 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 10.457 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 1207 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Sabtu (26/9/2026) pukul 11.36 WIB. Dari 10.457 titik panas terdeteksi, 448 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 9444 titik skala sedang, dan 565 titik skala rendah.
Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
(Baca: Indonesia Jadi Negara Paling Sering Dilanda Gempa Bumi per 2025)
Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Tengah sebanyak 2470 titik. Papua Selatan menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 1218 titik. Kalimantan Timur berada di posisi ketiga sebanyak 1103 titik panas.
Sebanyak 767 titik panas terdeteksi di Papua Barat, Sumatera Selatan menyusul dengan 725 titik panas, serta Maluku dan Kalimantan Barat masing-masing memiliki 664 dan 546 titik panas terdeteksi.
Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.
(Baca: Lima Gempa Bumi Terakhir yang Tercatat di BMKG (Rabu, 22 April 2026 12:17:58 WIB))
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |