Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2025 mencapai 171400 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 14,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang sempat mencatatkan pengeluaran tertinggi sepanjang periode data yaitu sebesar 200724 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang tahun 2018 hingga 2025, tercatat pergerakan nilai pengeluaran ini mengalami naik turun sebanyak empat kali periode penurunan dan tiga kali periode kenaikan.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Belanda 2024)
Dari total pengeluaran seluruh barang dan jasa masyarakat kabupaten ini yang mencapai 387915 rupiah per kapita per bulan, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang 44,1 persen dari nilai total tersebut. Nilai ini lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk perawatan pribadi, kecantikan, maupun sabun mandi yang masing-masing hanya berada di angka 121234 rupiah, 42434 rupiah dan 92238 rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran ini juga melampaui nilai pengeluaran rata-rata tiga tahun sebelumnya sebesar 133777 rupiah.
Sepanjang delapan tahun periode pengamatan, tercatat kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024 dengan persentase kenaikan mencapai 71,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara penurunan terdalam tercatat pada tahun 2022 dengan penurunan sebesar 26 persen dari nilai tahun 2021. Anomali terbesar terjadi pada lonjakan nilai pengeluaran tahun 2024 yang hampir dua kali lipat dari rata-rata nilai pengeluaran lima tahun sebelumnya.
Berdasarkan peringkat seprovinsi Papua, Kabupaten Kepulauan Yapen berada di urutan keempat untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Tiga wilayah di atasnya secara berturut-turut adalah Kabupaten Jayapura dengan 255377 rupiah, Kota Jayapura 236539 rupiah dan Kabupaten Keerom 197243 rupiah. Secara nasional, kabupaten ini menempati peringkat 319 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Peringkat ini tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
Kabupaten Jayapura
Kabupaten Jayapura mencatatkan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi seprovinsi Papua pada tahun 2025 dengan nilai 255377 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini hanya mengalami kenaikan sedikit sebesar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya wilayah dengan pertumbuhan terendah diantara sembilan kabupaten yang diamati. Untuk kategori total pengeluaran makanan dan bukan makanan, kabupaten ini berada di peringkat ketiga seprovinsi dengan nilai total 2437386 rupiah per kapita per bulan tahun 2025.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Cirebon untuk Membeli Kerupuk Rp314 per Kapita per Minggu)
Kota Jayapura
Kota Jayapura menempati peringkat kedua seprovinsi untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025 dengan nilai 236539 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta menjadi wilayah dengan total pengeluaran per kapita tertinggi seprovinsi untuk seluruh kategori barang dan jasa yaitu mencapai 2513607 rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini mencapai 14,8 persen pada tahun 2025.
Kabupaten Keerom
Kabupaten Keerom berada di peringkat ketiga seprovinsi untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025 dengan nilai 197243 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 29,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi untuk kategori ini tahun 2025. Untuk total pengeluaran bukan makanan, kabupaten ini bahkan menempati peringkat kedua seprovinsi dengan pertumbuhan mencapai 83,4 persen pada tahun 2025.
Kabupaten Biak Numfor
Kabupaten Biak Numfor berada tepat dibawah Kabupaten Kepulauan Yapen yaitu di peringkat kelima seprovinsi untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025 dengan nilai 128580 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat kesembilan untuk kategori total pengeluaran seluruh barang dan jasa seprovinsi Papua. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini tercatat sebesar 16,7 persen pada tahun 2025.