Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Bandung mencapai Rp130.303 per kapita per bulan pada tahun 2024. Angka ini sedikit mengalami penurunan turun 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pengeluaran untuk rokok dan tembakau ini masih cukup signifikan dalam komposisi pengeluaran masyarakat Kabupaten Bandung.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yang mencapai Rp226.012, pengeluaran untuk rokok dan tembakau menyumbang sekitar 57,65%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar Rp227.416, pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai 57,30%. Hal ini menunjukkan bahwa alokasi dana untuk rokok dan tembakau cukup besar jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi lainnya.
(Baca: Rata-Rata Upah atau Gaji Bersih Sebulan Pekerja Formal Transportasi dan Pergudangan Periode 2015-2025)
Secara historis, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Bandung mengalami fluktuasi. Pada tahun 2018, besar pengeluaran tercatat sebesar Rp89.890, kemudian meningkat menjadi Rp99.195 pada tahun 2019 dan Rp99.448 pada tahun 2020. Pada tahun 2021, terjadi kenaikan signifikan menjadi Rp110.806, namun kemudian turun menjadi Rp101.536 pada tahun 2022. Tahun 2023 menunjukkan peningkatan tajam menjadi Rp130.959 sebelum akhirnya sedikit menurun di tahun 2024. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan mencapai 29%.
Pengeluaran masyarakat Kabupaten Bandung secara keseluruhan juga mengalami pertumbuhan. Namun, laju pertumbuhan pengeluaran untuk rokok dan tembakau tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan pengeluaran total. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Dalam skala regional, Kabupaten Bandung berada di peringkat 17 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dalam hal besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024. Sementara di tingkat nasional, Kabupaten Bandung menempati peringkat 261. Di Pulau Jawa, Kabupaten Bandung berada di peringkat 49.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Barat, Kota Bekasi memiliki nilai pengeluaran untuk rokok dan tembakau tertinggi yaitu Rp196.516 dengan pertumbuhan 22.3%. Diikuti Kota Bandung dengan nilai Rp178.884 dan pertumbuhan 10.8%. Kabupaten Subang berada di urutan ketiga dengan nilai Rp172.481 dan pertumbuhan 11.1%. Kabupaten Karawang mencatatkan nilai Rp167.922 dengan pertumbuhan 7.3%, sementara Kabupaten Indramayu memiliki nilai Rp167.146 dengan pertumbuhan -1.2%. Kota Bekasi masih memimpin dengan menduduki peringkat pertama.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kota Ternate | 2024)
Kota Bekasi
Berdasarkan data yang ada, Kota Bekasi menunjukkan performa yang kuat dalam hal pengeluaran per kapita. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp1.908.316 pada tahun 2024, meningkat signifikan sebesar 22.4% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menempatkan Kota Bekasi pada peringkat pertama se-Jawa Barat. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan juga mengalami kenaikan sebesar 21.3%, mencapai Rp1.224.388. Hal ini mengindikasikan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi secara keseluruhan.
Kota Depok
Kota Depok mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.674.594 pada tahun 2024, naik 12.8% dari tahun sebelumnya, menempatkannya di peringkat kedua di Jawa Barat. Namun, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan menunjukkan pertumbuhan yang lebih moderat, yaitu 9%, mencapai Rp1.148.659. Meski demikian, Kota Depok tetap menjadi salah satu wilayah dengan tingkat konsumsi tertinggi di Jawa Barat.
Kota Bogor
Kota Bogor menunjukkan anomali dengan penurunan signifikan dalam pengeluaran total per kapita. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp1.561.420 pada tahun 2024, tumbuh tinggi 50.1% dari tahun sebelumnya dan menempatkannya di peringkat ketiga di Jawa Barat. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan justru mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, yaitu mencapai 21%, menjadi Rp909.166. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas konsumsi masyarakat Kota Bogor.
Kota Bandung
Kota Bandung menunjukkan data yang menarik dalam hal pengeluaran konsumsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp1.382.176 pada tahun 2024, tumbuh 12.2% dari tahun sebelumnya dan menempati posisi keempat di Jawa Barat. Sedangkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tumbuh 17.7% menjadi Rp996.064.