Berikut adalah berita ekonomi mengenai pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Ternate:Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Ternate menunjukkan geliat yang signifikan pada tahun 2024, mencapai Rp116.975 per kapita per bulan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka ini melonjak 46,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp80.037 per kapita per bulan. Ini menjadi angka pengeluaran tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, mengindikasikan peningkatan kesadaran atau kemampuan masyarakat dalam merawat kulit.
Jika dibandingkan dengan alokasi pengeluaran lain, perawatan kulit masih menjadi bagian kecil dari total pengeluaran masyarakat. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa mencapai Rp402.143, sementara untuk kecantikan secara umum adalah Rp72.983. Pengeluaran untuk makanan jadi mencapai Rp289.517 dan rokok serta tembakau Rp199.074, menggambarkan prioritas pengeluaran yang lebih besar pada kebutuhan dasar dan konsumsi lainnya.
(Baca: Rata-Rata Upah atau Gaji Bersih Sebulan Pekerja Formal Konstruksi Periode 2015-2025)
Meskipun sempat mengalami penurunan dari tahun 2018 hingga 2021, pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Ternate menunjukkan tren yang menggembirakan dalam tiga tahun terakhir. Setelah sempat menyentuh angka terendah Rp68.809 pada 2021, terjadi kenaikan yang cukup signifikan. Tahun 2024 menjadi titik balik dengan pertumbuhan yang sangat tinggi. Sebelumnya pada 2018 tercatat sebesar Rp99.806.
Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran masyarakat Kota Ternate cukup besar. Ini mengindikasikan adanya kemampuan ekonomi yang memadai untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk perawatan diri. Kenaikan pengeluaran untuk perawatan kulit juga bisa jadi mencerminkan perubahan gaya hidup dan peningkatan perhatian terhadap kesehatan dan penampilan.
Dalam skala regional, Kota Ternate menduduki peringkat kedua di antara kabupaten/kota se-Provinsi Maluku Utara dalam hal pengeluaran untuk perawatan kulit pada tahun 2024. Peringkat pertama diduduki oleh Kabupaten Halmahera Timur. Secara nasional, Kota Ternate berada di peringkat 33.
Berdasarkan data yang dihimpun BPS, perbandingan konsumsi bukan makanan di Kota Ternate cukup menarik. Kabupaten Halmahera Tengah menempati urutan pertama dengan pertumbuhan 82,8 persen, diikuti Kabupaten Halmahera Timur dengan 50,3 persen, dan Kota Tidore Kepulauan dengan 22,6 persen. Data ini menunjukkan adanya variasi yang signifikan dalam pola konsumsi di berbagai wilayah di Maluku Utara.
(Baca: Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Tradisional Provinsi Maluku Utara Sebulan Terakhir Naik 26,67%)
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023), pengeluaran tahun 2024 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Rata-rata pengeluaran selama periode tersebut adalah sekitar Rp77.229, jauh di bawah angka Rp116.975 pada 2024. Namun, jika dibandingkan dengan lima tahun terakhir (2019-2023), terlihat adanya pertumbuhan yang lebih moderat.
Di antara kabupaten/kota lain di Maluku Utara, Kabupaten Halmahera Timur menunjukkan pertumbuhan yang paling mencolok dengan nilai pengeluaran untuk perawatan kulit pada 2024 mencapai Rp121.203, naik 92,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Kepulauan Sula juga mencatat pertumbuhan signifikan, yakni 67,3 persen dengan nilai Rp72.989. Sementara itu, beberapa kabupaten/kota lain justru mengalami penurunan, seperti Kota Tidore Kepulauan yang turun 30,5 persen menjadi Rp62.008. Data ini memberikan gambaran jelas tentang variasi kondisi ekonomi dan prioritas konsumsi di berbagai wilayah di Maluku Utara.
Kabupaten Halmahera Tengah
Kabupaten Halmahera Tengah mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.118.124 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan 82,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp611.642,62. Peningkatan ini menempatkan Halmahera Tengah pada peringkat pertama se-kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara dalam hal pengeluaran bukan makanan, menunjukkan peningkatan signifikan dalam alokasi anggaran rumah tangga untuk kebutuhan selain makanan.
Kabupaten Halmahera Timur
Pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Halmahera Timur tercatat Rp753.772 pada tahun 2024, tumbuh 50,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp501.475,92. Pertumbuhan ini menempatkan Halmahera Timur pada peringkat kedua se-kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara. Data ini mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan diversifikasi konsumsi di wilayah tersebut.
Kota Tidore Kepulauan
Kota Tidore Kepulauan mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp703.880 pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan 22,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp574.169,09. Peningkatan ini menempatkan Kota Tidore Kepulauan pada peringkat ketiga se-kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara. Angka ini mengindikasikan adanya perkembangan ekonomi yang positif, serta peningkatan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan di luar sektor pangan.
Kabupaten Halmahera Utara
Kabupaten Halmahera Utara mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp648.215 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan 35,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp479.902,31. Peningkatan ini menempatkan Halmahera Utara pada peringkat keempat se-kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara, menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan dan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan di luar makanan.