PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencetak laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk senilai Rp257,94 miliar pada kuartal I 2026.
Ini merupakan laba kuartalan pertama yang diumumkan GoTo, sejak mereka masuk bursa saham pada April 2022.
"Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha," kata Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, dalam siaran pers (28/4/2026).
Kinerja positif GoTo pada kuartal I 2026 ditopang pendapatan bersihnya yang tumbuh 26% (year-on-year/yoy) menjadi Rp5,34 triliun.
Pendapatan ini paling banyak berasal dari segmen jasa pengiriman, yaitu sebesar Rp1,56 triliun atau sekitar 29% dari total pendapatan.
Lalu pendapatan dari imbalan jasa senilai Rp1,52 triliun, pinjaman Rp1,32 triliun, imbalan jasa e-commerce Rp288,22 miliar, imbalan iklan Rp136,48 miliar, dan lainnya Rp518,47 miliar.
"Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia," kata Hans.
"GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver," lanjutnya.
Sampai akhir Maret 2026, GOTO memiliki aset sebesar Rp46,78 triliun, meningkat 2% dibanding posisi akhir Desember 2025 yang senilai Rp45,76 triliun.
(Baca: Kerugian GOTO Menyusut pada 2025, Terendah Lima Tahun Terakhir)