IHSG Melemah Lagi, Tinggalkan Level 8.000 (Selasa, 3 Maret 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,96% ke level 7.939,77 pada penutupan perdagangan Selasa (3/3/2026).
Pelemahan terjadi di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
"Kekhawatiran akan dampak perang yang berkepanjangan menjadi sentimen negatif," kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Rarna Lim, dilansir Antara.
Adapun perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang meletus sejak akhir Februari 2026 masih berlanjut.
Kabar terkini, menurut pemberitaan Al Jazeera, Iran menyerang Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, pada Selasa (3/3/2025).
(Baca: Perang Meletus, Bursa Saham di Banyak Negara Melemah Awal Maret 2026)
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor saham terkoreksi hari ini.
Sektor barang baku turun paling dalam hingga 3,85%, diikuti sektor transportasi dan sektor barang konsumen non-primer yang masing-masing jatuh 2,10% dan 1,05%.
Sementara dua sektor lainnya menguat, yakni sektor industri dan sektor energi yang masing-masing naik 0,58% dan 0,24%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini 2,96 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 47,2 miliar lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp29,89 triliun.
Sebanyak 347 saham ditutup melemah hari ini, lalu 343 saham menguat, dan 128 saham stagnan.
Emiten top loser hari ini adalah RANC yang anjlok 14,89%, diikuti SOTS dan INDS yang masing-masing terkoreksi 14,88% dan 14,84%.
Di sisi lain, emiten berkode MPOW menjadi top gainer setelah menguat 34,38%, diikuti RMKO yang naik 25% dan ARTA yang menguat 24,19%.
Sejalan dengan IHSG, mayoritas bursa kawasan Asia sore ini parkir di zona merah. Indeks Nikkei turun 3,06% ke 56.279,05; indeks Hang Seng turun 1,12% ke 25.768,08; indeks Shanghai turun 1,43% ke 4.122,68; sedangkan indeks Strait Times naik 0,53% ke 4.916,65.