Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) meraih laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp469,54 miliar pada 2025.
Laba bersihnya anjlok 97% dibanding tahun 2024 (year-on-year/yoy), yang perolehannya ketika itu mencapai Rp18,75 triliun.
Penurunan laba ini seiring dengan berkurangnya pendapatan bersih LPKR, yang menyusut 22% (yoy) menjadi Rp8,84 triliun pada 2025.
(Baca: Penyaluran Pembiayaan Rumah BP Tapera Meningkat pada 2025)
Pendapatan LPKR dari segmen real estat pada 2025 tumbuh 52% (yoy) menjadi Rp7,67 triliun.
Namun, pendapatan dari segmen usaha gaya hidup, yang mencakup bisnis mal dan hotel, turun 4% (yoy) menjadi Rp1,37 triliun.
Pada 2025, LPKR juga kehilangan pendapatan dari segmen usaha layanan kesehatan, yang sebelumnya mampu menyumbang Rp5,05 triliun pada 2024.
Hal ini terjadi setelah LPKR melepas kepemilikan saham di PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).
Sampai akhir 2025, LPKR memiliki aset senilai Rp49,25 triliun, menyusut 8% (yoy).
(Baca: 10 Emiten Sektor Properti dengan Aset Terbesar di BEI Kuartal III 2025)