Tren Penurunan IHSG Masih Berlanjut (Jumat, 23 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,46% ke level 8.951,01 pada penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026), melanjutkan tren penurunan yang terjadi sejak Rabu (21/1/2026).
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 9 dari 11 sektor saham terkoreksi hari ini. Sektor transportasi turun paling dalam hingga 2,29%, diikuti sektor barang konsumen non-primer dan sektor industri yang masing-masing menyusut 2,25% dan 1,53%.
Sementara dua sektor lainnya menguat, yaitu sektor kesehatan dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik 0,64% dan 0,17%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham di bursa dalam negeri hari ini sebanyak 3,32 juta kali transaksi. Total saham berpindah tangan mencapai 64,16 miliar lembar dengan nilai total transaksi Rp32,05 triliun.
Sebanyak 495 saham ditutup melemah hari ini, lalu 191 saham menguat, dan 118 saham stagnan.
Emiten berkode UANG menjadi top loser setelah anjlok 15%, diikuti KIOS yang melemah 14,95% dan PTRO yang ambles 14,85%.
Sementara emiten top gainer hari ini adalah LMPI yang terbang 34,67%, diikuti RMKO dan BAIK yang masing-masing naik 24,91% dan 24,62%.
Berbeda dengan IHSG, bursa kawasan Asia sore ini umumnya ditutup menghijau. Indeks Nikkei naik 0,29% ke 53.846,87; indeks Hang Seng naik 0,45% ke 26.749,51; indeks Shanghai naik 0,33% ke 4.136,16; dan indeks Strait Times naik 1,31% ke 4.891,45.
(Baca: IHSG Turun Lagi, Tinggalkan Level 9.000 (Kamis, 22 Januari 2026))