IHSG Turun Lagi, Tinggalkan Level 9.000 (Kamis, 22 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,20% ke level 8.992,18 pada penutupan perdagangan Kamis (22/1/2026).
Penurunan terjadi setelah IHSG sempat menguat hingga mencetak rekor tertinggi baru pada Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor saham terkoreksi hari ini. Sektor energi turun paling dalam 1,86%, diikuti sektor teknologi dan sektor industri yang masing-masing terkoreksi 1,70% dan 0,97%.
Sementara lima sektor lainnya menguat. Sektor barang konsumen primer memimpin dengan kenaikan 1,47%, diikuti sektor infrastruktur yang naik 1,38% dan sektor properti 1,09%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham di bursa dalam negeri hari ini sebanyak 4,09 juta kali transaksi. Total saham berpindah tangan mencapai 72,18 miliar lembar dengan nilai total transaksi Rp38,06 triliun.
Sebanyak 345 saham ditutup menguat hari ini, lalu 331 saham melemah, dan 128 saham stagnan.
Emiten berkode KDTN menjadi top loser setelah terkoreksi 14,95%, diikuti KIOS yang melemah 14,91% dan WINE yang ambles 14,81%.
Sementara emiten top gainer hari ini adalah LAJU yang terbang 34,67%, diikuti LPKR dan DAAZ yang masing-masing naik 30,61% dan 24,86%.
Berbeda dengan IHSG, seluruh bursa kawasan Asia sore ini kompak menghijau. Indeks Nikkei naik 1,73% ke 53.688,89; indeks Hang Seng naik 0,17% ke 26.629,96; indeks Shanghai naik 0,14% ke 4.122,58; dan indeks Strait Times naik 0,38% ke 4.828,32.