Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB ADHK Pengeluaran LNPRT Kota Palembang Sumatera Selatan periode 2010 sampai 2025 dengan satuan Rp Juta. Pada tahun 2025 nilai indikator ini mencapai 1.952.580 Rp Juta, menjadi nilai tertinggi sepanjang catatan historis 16 tahun. Secara historis hanya tercatat 1 kali penurunan yaitu pada tahun 2020 turun 4,61 persen, selebihnya 14 periode mengalami kenaikan nilai.
(Baca: Update 2025: PDRB ADHB per Kapita Kota Banjar Rp.28,05 Juta)
Kota Palembang mempertahankan posisi peringkat 1 teratas di seluruh wilayah Pulau Sumatera secara konsisten selama 16 tahun berturut-turut tanpa ada pergeseran peringkat. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 9,09 persen, angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir sebesar 7,08 persen, juga melampaui rata-rata pertumbuhan seluruh periode sebesar 6,32 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024 dengan pertumbuhan 15,15 persen.
Pada ranking nasional tahun 2025, Kota Palembang berada di urutan 11 Indonesia. Dibanding wilayah pembanding, nilai PDRB ADHK Kota Palembang berada di bawah Kota Jayapura, Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo namun masih lebih tinggi dibanding Kota Bandung, Kota Yogyakarta serta Kabupaten Bogor. Pertumbuhan tahun 2025 Kota Palembang sebesar 3,3 persen, lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan wilayah pembanding yang mencapai 4,44 persen.
Kota Jayapura
Kota Jayapura menduduki peringkat 1 nasional pada kelompok wilayah pembanding dengan nilai PDRB ADHK tahun terakhir mencapai 2.184.560 Rp Juta. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan negatif turun 1,36 persen pada periode terakhir, menjadi satu-satunya wilayah dalam daftar pembanding yang mengalami kontraksi nilai. Meskipun demikian nilai absolut Kota Jayapura masih 11,8 persen lebih tinggi dibanding nilai Kota Palembang tahun 2025.
Kabupaten Malang
Kabupaten Malang berada di urutan 7 pulau Jawa dan peringkat 9 nasional dengan nilai PDRB ADHK tahun terakhir 1.998.190 Rp Juta. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,3 persen pada periode terakhir, angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan Kota Palembang tahun yang sama. Nilai absolut Kabupaten Malang hanya berbeda 2,3 persen di atas nilai Kota Palembang tahun 2025.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Informasi dan Komunikasi Periode 2013-2025)
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo menempati urutan 8 Pulau Jawa dan peringkat 10 nasional dengan nilai PDRB ADHK akhir periode sebesar 1.988.820 Rp Juta. Pertumbuhan wilayah ini mencapai 5,34 persen pada tahun terakhir, menjadikannya salah satu wilayah dengan pertumbuhan terbaik di kelompok pembanding. Nilai absolut Sidoarjo terpaut sangat dekat dengan Kabupaten Malang, hanya berbeda kurang dari 0,5 persen antar kedua wilayah tersebut.
Kota Bandung
Kota Bandung berada di peringkat 9 Pulau Jawa dan urutan 12 nasional dengan nilai PDRB ADHK tahun terakhir 1.626.720 Rp Juta. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,16 persen pada periode terakhir, angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding capaian Kota Palembang tahun 2025. Nilai absolut Kota Bandung tercatat 16,7 persen lebih rendah dibanding capaian nilai Kota Palembang pada tahun yang sama.
Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta menempati urutan 10 Pulau Jawa dan peringkat 13 nasional dengan nilai PDRB ADHK tahun terakhir sebesar 1.608.540 Rp Juta. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 4,82 persen pada periode terakhir, angka ini berada di atas capaian pertumbuhan Kota Palembang tahun 2025. Nilai absolut Kota Yogyakarta hanya berbeda sedikit dibawah nilai Kota Bandung, dengan selisih kurang dari 1,2 persen antar kedua wilayah.
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor berada di peringkat 11 Pulau Jawa dan urutan 14 nasional dengan nilai PDRB ADHK tahun terakhir sebesar 1.312.680 Rp Juta. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 7,38 persen pada periode terakhir, menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh kelompok wilayah pembanding. Nilai absolut Kabupaten Bogor tercatat 32,8 persen lebih rendah dibanding capaian nilai Kota Palembang tahun 2025.