Nilai mata uang dolar Amerika Serikat (AS) atau US$ terus menguat di hadapan rupiah.
Sampai 20 Januari 2026 pukul 11.00 WIB, nilai tukar US$1 hampir setara Rp17.000, tepatnya Rp16.959, rekor tertinggi dalam setahun terakhir.
Jika dihitung sejak awal tahun sampai 20 Januari 2026, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sudah menguat 1,7% (year-to-date).
Kemudian jika dibandingkan dengan setahun lalu, kini nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sudah lebih tinggi 3,7% (year-on-year).
Menurut Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C Permana, penurunan nilai rupiah saat ini dipengaruhi meningkatnya risiko geopolitik dan tekanan perang dagang antara AS dan Uni Eropa.
Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan segera berbalik menguat, salah satunya karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus naik hingga mencetak rekor.
"IHSG all time high, kan? Kalau indeks naik, pasti ada aliran asing masuk ke situ juga. Jadi, ini tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat, karena suplai dolar akan bertambah," kata Purbaya, diberitakan Katadata.co.id, Selasa (20/1/2026).
(Baca: Nilai Rupiah Turun, Terlemah Kedua di Asia (16 Januari 2026))