Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat populasi kuda di Maluku Utara pada tahun 2024 sebanyak 95 ekor. Data historis menunjukkan fluktuasi populasi kuda di Maluku Utara selama dua dekade terakhir. Pada tahun 2021, terjadi lonjakan signifikan dengan pertumbuhan 214.63% menjadi 129 ekor, namun kemudian menurun menjadi 126 ekor pada tahun 2022 dan kembali turun menjadi 95 ekor di tahun 2024.
Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yaitu 116.67 ekor, populasi kuda tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 18.57%. Jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) yaitu 81.4 ekor, populasi kuda tahun 2024 justru mengalami kenaikan sebesar 16.75%. Pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2021 dengan 214.63%. Sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2022, yakni turun 2.33%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Karanganyar Menurut Sektor pada 2024)
Secara regional di Pulau Maluku, Maluku Utara menempati peringkat kedua dalam populasi kuda. Untuk tingkat nasional, Maluku Utara berada di peringkat ke-23. Posisi ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat fluktuasi, Maluku Utara masih memiliki potensi dalam pengembangan populasi kuda. Anomali terlihat pada tahun 2021, di mana terjadi lonjakan populasi yang sangat tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Data historis menunjukkan bahwa populasi kuda di Maluku Utara cenderung fluktuatif. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 214.63%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2022, yaitu turun 2.33%. Fluktuasi ini mengindikasikan adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi populasi kuda di wilayah ini, yang perlu diidentifikasi lebih lanjut.
Penurunan populasi pada tahun 2024 menjadi 95 ekor, dari 126 ekor pada tahun 2022, menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Penurunan sebesar 24.6% ini perlu menjadi perhatian. Ranking Maluku Utara di tingkat nasional juga mengalami penurunan dari peringkat 20 pada tahun 2022 menjadi peringkat 23 pada tahun 2024.
Banten
Provinsi Banten menduduki peringkat ke-20 secara nasional dengan total populasi kuda mencapai 147 ekor. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan, yakni mencapai 200% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan sebesar ini, Banten menduduki peringkat ke-6 di Pulau Jawa. Perkembangan populasi kuda di Banten terbilang sangat pesat.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Banten 2018 - 2024)
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati posisi ke-21 secara nasional dengan jumlah populasi kuda sebanyak 122 ekor. Pertumbuhan populasi kuda di provinsi ini mencapai 87.69% dibandingkan tahun sebelumnya. Di Pulau Sumatera, Sumatera Selatan berada di urutan ke-5. Peningkatan ini menandakan adanya potensi yang baik dalam pengembangan peternakan kuda di wilayah ini.
Riau
Dengan populasi kuda sebanyak 100 ekor, Riau berada di peringkat ke-22 secara nasional. Pertumbuhan populasi kuda di Riau relatif stabil dengan angka 1.01%. Di Pulau Sumatera, Riau menduduki peringkat ke-6. Angka ini menunjukkan konsistensi dalam menjaga populasi kuda di wilayah tersebut.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur berada di peringkat ke-24 secara nasional dengan populasi kuda sejumlah 94 ekor. Provinsi ini mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 291.67% dibandingkan tahun sebelumnya. Kalimantan Timur memimpin di Pulau Kalimantan dalam hal populasi kuda. Peningkatan ini menunjukkan upaya yang berhasil dalam pengembangan peternakan kuda di wilayah tersebut.
Bengkulu
Populasi kuda di Bengkulu tercatat sebanyak 48 ekor, menempatkan provinsi ini di peringkat ke-25 secara nasional. Terjadi penurunan turun 9.43% dibandingkan tahun sebelumnya. Di Pulau Sumatera, Bengkulu berada di urutan ke-7. Penurunan ini mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi populasi kuda di Bengkulu.
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung memiliki populasi kuda sebanyak 31 ekor, menduduki peringkat ke-26 secara nasional. Terjadi penurunan turun 8.82% dibandingkan tahun sebelumnya. Di Pulau Sumatera, wilayah ini berada di urutan ke-8. Penurunan ini perlu diinvestigasi lebih lanjut agar dapat diambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga dan meningkatkan populasi kuda.